Menindaklanjuti informasi tersebut, pada Selasa (19/3), kepolisian berhasil memberhentikan kendaraan yang mengangkut ribuan slop rokok ilegal itu di Jalan Trans Kalimantan di wilayah Toba-Tayan Hilir.
"Senin kemarin kami mendapatkan informasinya, pada Selasa tim bergerak dan berhasil memberhentikan kendaraan yang membawa rokok ilegal itu saat dalam perjalanan," ungkap Yafet.
Dikatakannya, saat memberhentikan kendaraan tersebut, kepolisian melakukan pengecekan dan ditemukan barang berupa rokok ilegal yang rencananya akan dijual secara ecer ke sejumlah warung atau toko. Setelah penangkapan, pelaku berinisial ME, warga Pontianak dan barang berupa rokok ilegal dibawa ke Mapolres Sanggau untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP Indrawan menyampaikan atas aktivitas ilegal tersebut, pelaku disangkakan dengan pasal 29 ayat 1 Undang Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Cukai, bahwa setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai atau tidak dibubuhi tanda pelunasan cukai lainnya dapat dipidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun.
Terkait dengan barang berupa rokok tanpa cukai yang disita, Indrawan merinci yakni 9 slop rokok merk Iface, 94 slop merk HND, 65 slop merk 369, 45 slop merk Djarum Super dan 5 slop merk A Satu.
Kemudian, 96 slop merk LA, 50 slop merk LA Bold, 40 slop merk Joe Mild, 14 slop dan 7 bungkus merk Iscore.
Selanjutnya, 300 slop merk Era Full Flavor, 67 slop merk Era Double Switch, 70 slop merk Era Black Menthol, 60 slop merk Era Special Blend, 76 slop merk Era Ice Plus, 17 slop merk Arrow Full Flavor dan 9 slop merk Arrow Full Black.
"Selain menyita barang berupa rokok tanpa cukai ini, kami juga amankan satu unit kendaraan minibus KB 1728 SP yang digunakan untuk membawa barang-barang itu. Untuk sementara kami masih lakukan proses pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya. (sgg)