Dua masalah klasik yang menjadi beban dan sering menjadi bahan olok-olok warga Samarinda. Apa itu: banjir dan kota juru parkir liar. Dua hal itu menjadi masalah klasik yang dihadapi masyarakat dan mencari jalan keluarnya.
Beruntung lewat masifnya pembangunan dan perluasan drainase, masalah banjir sedikit teratasi, meskipun itu masih jauh dari sempurna. Nah, masalah jukir liar yang merejalela hingga kini belum menemukan cara untuk diatasi.
Padahal masalah ini tidak hanya berdampak terhadap ekonomi, karena menggerus potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor tersebut. Masalah jukir juga berdampak terhadap kondisi sosial masyarakat.
Tragedi perusakan kendaraan dan penganiayaan yang dilakukan jukir terhadap pengendara di Jalan KH Wahid Hasyim I beberapa waktu lalu, menjadi puncak dari dampak masalah yang belum mampu diatasi ini.
Akibat aksi ini, aparat keamanan dan tim Pemkot Samarinda seolah melakukan bersih-bersih jukir liar. Tidak hanya mencari pelaku utama perusak kendaraan itu, tapi juga mengamankan sejumlah jukir yang selama ini dianggap meresahkan masyarakat.
Hasilnya, puluhan jukir berhasil diamankan. Meski hanya dilakukan pembinaan, namun 27 jukir liar yang digulung tim gabungan Polresta Samarinda, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP Samarinda, mendapat ulitmatum dari Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli.
Kepada awak media, perwira melati tiga itu menyampaikan bahwa pihaknya memberi peringatan keras kepada para jukir yang diamankan untuk tidak sekali-kali melakukan tindakan kekerasan.
"Upaya premanisme di Samarinda terutama pemerasan berkedok jukir, saya pastikan tindak tegas. Sudah saya tegaskan bahwa semua titik di Samarinda kami lakukan patroli," kata Ary. Kepada para jukir liar yang terjaring operasi gabungan Senin malam (12/8) lalu, Ary mengatakan, pihaknya tidak menghalangi siapa pun yang mencari nafkah di Samarinda.
"Silakan saja, tapi tetap pedomani aturan yang ada. Saya sebagai penanggung jawab keamanan berpesan tidak ada lagi upaya-upaya premanisme di Samarinda," katanya. Ary menjelaskan, ketika operasi penertiban jukir liar itu dilakukan memang ada lima orang yang juga turut diamankan, sehingga total yang diamankan berjumlah 32 orang.
"Tetapi yang terkait dengan operasi jukir liar hanya 27 orang, sedangkan lima orang lagi merupakan terduga pelaku pengrusakan mobil di Sempaja yang diamankan tim lain," tandasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria