Polsek Banjarmasin Barat menggelar rilis kasus pengeroyokan yang menyebabkan AM (32) kehilangan nyawa. Kejahatan itu terjadi pada Rabu (9/4) malam di Jalan Pangeran Mohammad Noor, Gang Baru, Banjarmasin Barat.
Korban menderita empat luka tusuk, dua tusukan di perut, lalu di bawah ketiak dan siku. Pelakunya kakak beradik, MRS (24) dan MRA (26), keduanya warga setempat.
Kapolsek Banjarmasin Barat Kompol Puji Firmansyah mengungkap, korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit TPT dr. R. Soeharsono. Beberapa jam ditangani, dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan berat.
"Korban meninggal tengah malam," ungkap Puji, Jumat (18/4). Polisi menangkap Ridho di lokasi, tak lama setelah kejadian. "Sedangkan Rizky kami tangkap dalam pelarian di Berangas, Barito Kuala," bebernya.
Kasus pengeroyokan ini bermula dari raibnya uang Rp10 juta milik ibu kedua pelaku. Ibunya bertanya kepada Ridho perihal duit tersebut, dijawabnya tak tahu.
Korban yang terhitung tetangga mendengar perbincangan itu dan ikut menimbrung. Mengolok-olok Ridho hingga ia tersinggung. Pelaku sempat menarik korban keluar dan bertanya apa maksudnya, tapi ia terus saja mengolok-olok. Ridho yang habis kesabaran, menampar wajah korban hingga terjadi perkelahian.
Rizky yang menyaksikan perkelahian tersebut awalnya hanya diam, kendati ada dua teman korban yang coba melerai. Namun, ketika Rizky melihat korban membuka tasnya, ia dengan cepat mengeluarkan sajam yang terselip di pinggangnya dan menusukkannya.
Sontak semuanya gempar. "Jadi yang tadinya soal kehilangan uang, berubah menjadi pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia," sambung Kanit Reskrim Ipda Muhammad Mazun Koso.
Soal uang hilang tersebut, saat ini masih diselidiki polisi. "Hasil pemeriksaan kami, memang pelaku tidak mengetahui soal uang itu. Jadi sampai saat ini belum terungkap siapa yang mencuri," tutupnya. (*)
Editor : Indra Zakaria