Cegah Kerusakan Berulang, DPRD Kukar Soroti Kualitas Pembangunan Turap

PROKAL.CO, TENGGARONG – Kualitas pembangunan turap di pinggir sungai menjadi perhatian DPRD Kutai Kartanegara (Kukar). Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait diminta memperketat pengawasan, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan, agar kerusakan bangunan tidak berulang dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) benar-benar menghasilkan infrastruktur yang sesuai standar.
Wakil Ketua I DPRD Kukar Abdul Rasid mengatakan, penanganan bangunan yang bermasalah untuk sementara masih menjadi tanggung jawab dinas terkait. Namun, persoalan tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar kualitas pekerjaan konstruksi ke depan dapat diperbaiki.
“Untuk sementara penanganan bangunan tersebut masih menjadi tanggung jawab dinas terkait. Harapan kita ke depan kualitas pekerjaan harus benar-benar diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujarnya, Rabu (28/10/2026).
Menurut Politikus Partai Golkar ini, pengawasan tidak cukup dilakukan setelah pekerjaan selesai atau ketika kerusakan ditemukan. OPD harus memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan, termasuk proyek yang dikerjakan melalui kerja sama dengan pihak ketiga atau kontraktor.
“Karena itu, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus benar-benar memperhatikan pelaksanaan setiap kegiatan pembangunan, termasuk ketika bekerja sama dengan pihak ketiga atau kontraktor,” katanya.
Rasid menegaskan, mutu pekerjaan tidak boleh dikesampingkan dalam pelaksanaan proyek infrastruktur. Sebab, bangunan yang tidak memenuhi standar berpotensi memunculkan persoalan baru dan membutuhkan perbaikan yang kembali membebani keuangan daerah.
Setiap rupiah APBD, lanjut dia, harus dipertanggungjawabkan melalui hasil pembangunan yang berkualitas dan sesuai kebutuhan masyarakat. Karena itu, pengawasan yang cermat perlu dibarengi pelaksanaan pekerjaan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.
“Kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian utama. Jika kejadian seperti ini terus berulang, tentu kualitas pembangunan akan dipertanyakan,” pungkasnya. (adv/moe)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




