Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lelang Rp2,5 Miliar Sudah Ada Pemenang, Waterboom Pulau Kumala Didorong Rampung Tahun Depan

E
Waterboom Pulau Kumala tahun 2025 lalu (Elmo/Prokal.co)
Waterboom Pulau Kumala tahun 2025 lalu (Elmo/Prokal.co)

Advertisement

PROKAL.CO, TENGGARONG – Waterboom di Pulau Kumala ditargetkan mulai dinikmati masyarakat saat libur Lebaran 2027. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong percepatan pekerjaan setelah proses lelang dengan anggaran Rp2,5 miliar selesai dan pemenang telah ditetapkan.

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin mengatakan, tahapan pekerjaan kini tinggal menunggu penandatanganan kontrak. Dia mengaku akan menindaklanjuti proses tersebut kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar pekerjaan segera berjalan.

“Saya mendapat informasi bahwa proses lelang sudah selesai dan sudah ada pemenangnya, tetapi kontraknya belum dibuat. Saya akan menindaklanjuti lagi kepada teman-teman di dinas terkait,” kata Rendi, Minggu (1/11/2026).

Advertisement

Rendi menyebut, bersama Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, pemerintah daerah menargetkan Waterboom tersebut sudah dapat digunakan masyarakat pada momentum libur Lebaran 2027.

Menurut dia, percepatan pekerjaan penting karena anggaran Rp2,5 miliar yang telah dilelang belum dapat dimanfaatkan selama kontrak belum berjalan. Padahal, pemerintah daerah juga merencanakan tambahan anggaran untuk pekerjaan lanjutan pada tahun depan.

“Seharusnya tahun depan ada tambahan anggaran. Namun, bagaimana kita mau menambah anggaran untuk pekerjaan berikutnya kalau anggaran yang sudah ada ini saja belum digunakan?” ujarnya.

Advertisement

Rendi menjelaskan, hasil pengecekan terhadap kondisi Waterboom lama juga menemukan kebocoran kecil di sejumlah bagian. Meski terlihat ringan, kebocoran yang terjadi di banyak titik tersebut berdampak cukup besar terhadap kondisi fasilitas.

Selain penyelesaian pembangunan, pemerintah daerah juga perlu menyiapkan skema pengelolaan agar fasilitas wisata itu dapat beroperasi secara berkelanjutan. Rendi menilai Waterboom sebaiknya dikelola oleh satu perusahaan atau badan pengelola yang memiliki tanggung jawab jelas.

Skema pengelolaannya masih terbuka, baik melalui perusahaan, pihak pengelola Pulau Kumala, maupun sistem penyewaan.
Dengan target beroperasi pada libur Lebaran 2027, Waterboom diharapkan kembali menjadi salah satu fasilitas wisata yang dapat dinikmati masyarakat di Pulau Kumala. (adv/moe)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemkab Kukar Dukung Perlindungan Wartawan Lewat BPJS Ketenagakerjaan

Pemkab Kukar Dukung Perlindungan Wartawan Lewat BPJS Ketenagakerjaan

Pemkab Kukar Dukung Perlindungan Wartawan Lewat BPJS Ketenagakerjaan

Energi yang Tak Pernah Padam di Sungai Bawang; Budaya Dayak Kenyah Sebagai Nadi Kehidupan

Energi yang Tak Pernah Padam di Sungai Bawang; Budaya Dayak Kenyah Sebagai Nadi Kehidupan

Dari hentakan kaki penari, alunan sape’, hingga tangan-tangan kecil yang belajar gerak tari leluhur. Masyarakat Dayak Kenyah di Desa Sungai

Tak Harus Jaringan Besar, Kukar Cari Pengelola Bioskop yang Menguntungkan Daerah

Tak Harus Jaringan Besar, Kukar Cari Pengelola Bioskop yang Menguntungkan Daerah

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin (Elmo/Prokal.co) Tak Harus Jaringan Besar, Kukar Cari Pengelola Bioskop yang Menguntungkan Daerah PROKA

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer