Turap Taman Musik Tenggarong Bergeser 50 Sentimeter, PU Kukar Gandeng Akademisi

PROKAL.CO, TENGGARONG – Perbaikan turap Taman Musik Tenggarong yang mengalami longsor dan pergeseran struktur belum bisa dipastikan bentuk penanganannya. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) masih menunggu kajian akademisi untuk menentukan apakah konstruksi tersebut cukup diperbaiki dan diperkuat atau harus dibongkar lalu dibangun kembali.
Kajian teknis itu ditargetkan dilakukan November 2026 dengan melibatkan akademisi dari Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dan Universitas Mulawarman (Unmul). Sementara, perbaikan fisik diharapkan dapat direalisasikan pada 2027 jika memungkinkan.
Kepala Dinas PU Kukar Wiyono mengatakan, hasil kajian akan menjadi dasar menentukan metode penanganan sekaligus menghitung kebutuhan anggaran. Sebab, struktur yang telah mengalami pergeseran membutuhkan penanganan berbeda dibandingkan konstruksi dalam kondisi normal.
“Kami tidak ingin perbaikan dilakukan hanya untuk sementara, kemudian kerusakan serupa kembali terjadi. Karena itu, aspek kekuatan dan ketahanan konstruksi untuk jangka panjang harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Wiyono menyampaikan hal tersebut setelah Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama dirinya ke kawasan Taman Musik dan turap sekitar Jembatan Kedaton Agung di Jalan Kartini, Selasa (3/11/2026).
Berdasarkan pengamatan awal, pergeseran atau kemiringan turap diperkirakan mencapai sekitar 50 sentimeter. Namun, angka tersebut masih perlu dipastikan melalui pengukuran dan kajian teknis lebih lanjut.
Wiyono menyebut, secara perencanaan maupun pelaksanaan konstruksi, pekerjaan tersebut sejauh ini relatif telah sesuai ketentuan. Meski demikian, terdapat kemungkinan kerusakan dipengaruhi faktor alam.
Untuk memastikan penyebabnya, Dinas PU Kukar akan berkoordinasi dengan akademisi. Hasil kajian nantinya juga akan dilaporkan kepada Ketua DPRD Kukar sebagai bahan tindak lanjut.
“Jika hasil kajian menyatakan struktur masih layak dipertahankan, tentu akan dilakukan perbaikan dan penguatan sesuai rekomendasi teknis. Namun, apabila dinilai lebih efektif untuk dibongkar dan dibangun ulang, opsi tersebut juga akan dipertimbangkan,” jelasnya.
Belum adanya kepastian metode penanganan membuat kebutuhan anggaran juga belum dapat dihitung. Anggaran sebesar Rp36 Miliar dikucurkan untuk taman ini. Wiyono mengatakan, kemungkinan tambahan penguatan struktur dapat memengaruhi besaran biaya perbaikan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




