Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Percepat Produksi Telur Lokal, Distanak Kukar Siapkan Ayam Pullet

E
Kepala Distanak Kukar Muhammad Rifani (Elmo/Prokal.co)
Kepala Distanak Kukar Muhammad Rifani (Elmo/Prokal.co)

Advertisement

PROKAL.CO, TENGGARONG – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan pengembangan usaha ayam petelur di lima kecamatan melalui anggaran perubahan. Program ini diarahkan untuk meningkatkan produksi telur lokal sekaligus membuka peluang usaha peternakan bagi masyarakat.

Kepala Distanak Kukar Muhammad Rifani mengatakan, pengembangan ayam petelur menjadi salah satu program yang didorong selain sektor irigasi. Namun, pelaksanaannya masih menunggu penetapan anggaran perubahan.

Lima kecamatan yang masuk dalam rencana pengembangan tersebut yakni Kota Bangun, Muara Muntai, Kota Bangun Darat, Loa Janan, dan Loa Kulu. Jumlah ayam yang akan dikembangkan serta kebutuhan di masing-masing wilayah masih dalam tahap penghitungan.

Advertisement

“Yang pasti kita tetap ke ayam petelur, irigasi dan lain sebagainya masih menjadi program yang kita dorong,” ujarnya, Jumat (6/11/2026). Dalam rencana tersebut, Distanak Kukar mempertimbangkan penggunaan ayam petelur jenis pullet atau ayam dara yang telah melewati fase awal pertumbuhan. Skema ini dipilih dibandingkan menggunakan anak ayam berumur sehari atau day old chick (DOC).

Penggunaan pullet diharapkan dapat mempercepat masa produksi sehingga masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk memperoleh hasil berupa telur.

“Kita masih berhitung, karena nanti kita akan pilihkan ayam bukan bibit atau DOC, tetapi pullet. Sehingga beberapa bulan ke depan ayam tersebut sudah mulai bertelur,” jelasnya.

Advertisement

Rifani menerangkan, jika menggunakan DOC, peternak membutuhkan waktu pemeliharaan sekitar tiga hingga empat bulan sebelum ayam memasuki fase produksi. Karena itu, pemilihan pullet menjadi salah satu pertimbangan dalam perencanaan program.

Pengembangan peternakan ayam petelur juga didasarkan pada peluang pasar. Selama ini, kebutuhan telur di Kukar masih banyak dipenuhi dari pasokan luar daerah. Produksi lokal dinilai berpotensi mengisi sebagian kebutuhan tersebut. “Kelebihan kita nantinya adalah telur yang diproduksi lebih segar karena berasal dari produksi lokal. Itu salah satu pertimbangan kita,” pungkasnya. (adv/moe)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Lantik 35 Pejabat, Bupati Kukar Wajibkan OPD Media-Friendly

Lantik 35 Pejabat, Bupati Kukar Wajibkan OPD Media-Friendly

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat melantik 35 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas (Elmo/Prokal.co)

Kukar Siapkan Stimulus Komunitas Kreatif, Bantuan Rp100 Juta Jadi Plafon Tertinggi

Kukar Siapkan Stimulus Komunitas Kreatif, Bantuan Rp100 Juta Jadi Plafon Tertinggi

Penampilan komunitas Memanda di Simpang Odah Etam Tenggarong (Elmo/Prokal.co)

Program Petani Tangguh Kukar Sasar 32 Ribu Petani, Pelatihan dan Sekolah Lapang Diperluas

Program Petani Tangguh Kukar Sasar 32 Ribu Petani, Pelatihan dan Sekolah Lapang Diperluas

Program Petani Tangguh Kukar Sasar 32 Ribu Petani, Pelatihan dan Sekolah Lapang Diperluas PROKAL.CO, TENGGARONG – Peningkatan kompetensi me

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer