TENGGARONG – Menindaklanjuti keresahan masyarakat di jagad maya yang melaporkan adanya dugaan Bahan Bakar Minyak (BBM) oplosan tercampur dengan air yang diperjualbelikan di SPBU Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Kepolisian Resor (Polres) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di SPBU yang terletak di Kecamatan Tenggarong dan Tenggarong Seberang. Yakni SPBU 64. 755 02 Timbau dan SPBU 64. 755 014 Pesut Tenggarong. Serta SPBU 64. 755 03 Teluk Dalam, Tenggarong Seberang.
Kabag Ops Polres Kukar Kompol Roganda memimpin langsung sidak ini bersama Satreskrim dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar. Menemui langsung masing-masing pengawas SPBU, sidak ini memastikan bahwa semua jenis BBM yang diperjualbelikan di SPBU resmi Pertamina memenuhi standar.
“Dari pengecekan tiga SPBU, kandungan BBM yang ada di bunker maupun dari pompa bensin atau nozzle bersih, murni dan tidak ada campuran air. Dari Pertamax, Pertalite, Pertamax Turbo, Dexlite dan Bio Solar aman,” jelas Roganda, Kamis (3/4).
Sidak SPBU ini sendiri meliputi pengecekan bunker menggunakan sounding stick yang diolesi dengan pastel air. Saat dicelupkan ke bunker, terbukti tiap BBM tidak ada indikasi tercampur air. Serta pengujian tera dan pengukuran kualitas, yang memastikan bahwa BBM di Kukar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan Pertamina sebelum diedarkan ke masyarakat.
Roganda mengatakan pihak kepolisian telah mengambil beberapa sample atau contoh dari BBM masing-masing SPBU per hari ini maupun beberapa hari yang lalu. Sample ini nantinya akan dikirim ke Jakarta untuk Uji Laboraturium dari Pertamina. Mengingat hampir tiap SPBU mendapat pasokan SPBU berdasarkan distribusi dari PT Elnusa.
“Berdasarkan pengecekan ini, kami menyatakan bahwa BBM yang ada di SPBU Timbau, Pesut dan Teluk Dalam layak diperjualbelikan ke masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Pengawas SPBU Pesut, Rully Effendy menjelaskan bahwa pihaknya selalu melakukan Quality Control saat menerima BBM yang datang. Bahkan di SPBU-nya, kualitas Pertamax (RON 92) adalah 0,745 yang berarti sangat layak. Pihaknya sendiri telah menerima komplain dari masyarakat atau konsumen.
“Ada ibu-ibu pengendara motor vario, tapi langsung kami sedot di SPBU dan kami ganti baru empat liter, kita ambil dari tangki motor mereka dan warna tetap sama. Dari tangki pengendara kita uji juga ke motor kantor, Alhamdulillah tidak kenapa-kenapa. Untuk mobil juga ada. tapi tidak ada bukti fisik, hanya lisan. Jadi kita tidak bisa mempertanggungjawabkan,” jelasnya.
Rully juga mengatakan bahwa indikasi kualitas suatu BBM tidak bisa dipatok dari warna saja, namun dari kualitas. Pun dari PT Elnusa telah menguji produk yang didistribusikan, sehingga mendapat surat jalan untuk tangki. Pihaknya pun terus mengedukasi masyarakat mengenai hal ini.
“Anjuran dari Pertamina wajib menampilkan sample buat konsumen, kami di SPBU sebatas cek density, kualitas dan suhu. Untuk kandungan yang ada di BBM itu perlu uji laboratorium, kita tidak memiliki alatnya,” tutupnya. (moe)
Editor : Indra Zakaria