Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Banjir Berujung Petaka di Bengalon: Nenek dan Cucu Terluka Diserang Buaya Saat Bermain Air

Redaksi Prokal • 2026-02-18 08:15:00
Halaman rumah warga di Desa Sepaso Barat, Bengalon, Kutai Timur, yang tergenang banjir, lokasi di mana seorang anak dan lansia diserang buaya. (IST.
Halaman rumah warga di Desa Sepaso Barat, Bengalon, Kutai Timur, yang tergenang banjir, lokasi di mana seorang anak dan lansia diserang buaya. (IST.

 

SANGATTA – Kondisi banjir yang merendam kawasan permukiman di Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, membawa ancaman nyata bagi keselamatan warga. Pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 13.00 WITA, dua orang warga dilaporkan mengalami luka-luka setelah diserang seekor buaya yang muncul secara tiba-tiba di genangan air halaman rumah.

Korban merupakan seorang anak berusia 10 tahun bernama Firman dan seorang nenek bernama Ernawati (65). Insiden mencekam ini bermula saat Firman bersama tiga rekan sebayanya sedang asyik bermain air di halaman rumah yang terendam banjir cukup dalam. Tanpa disadari, seekor buaya muncul dari balik keruhnya genangan dan langsung menerkam kaki bocah tersebut.

Mendengar teriakan histeris korban yang mencoba melepaskan diri, Ernawati segera bergegas turun ke air untuk menyelamatkan cucunya. Namun, upaya penyelamatan itu justru membuat sang nenek ikut menjadi sasaran amukan predator tersebut. Saat mencoba menarik Firman ke tepi, buaya kembali bereaksi dan menggigit tangan Ernawati.

Aksi penyelamatan dramatis berlanjut ketika warga lain di lokasi kejadian, Fatmawati, secara spontan memukul buaya menggunakan peralatan seadanya. Upaya tersebut membuahkan hasil hingga akhirnya buaya melepaskan gigitannya dan menghilang di balik genangan air. Kedua korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Elisabeth untuk mendapatkan penanganan medis intensif akibat luka robek serius di bagian kaki dan tangan.

Kapolsek Bengalon, AKP Asriadi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani keberadaan satwa liar tersebut. Mengingat kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut, aparat kepolisian mengimbau keras agar warga meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengawasi anak-anak.

Pihak kepolisian menekankan bahwa situasi banjir sering kali memicu satwa liar seperti buaya keluar dari habitat aslinya dan masuk ke area permukiman warga. Orang tua diminta untuk lebih ketat mengawasi aktivitas anggota keluarganya guna menghindari terulangnya kejadian serupa di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kutai Timur saat ini. (*)

Editor : Indra Zakaria