Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Erupsi Anak Krakatau Lumpuhkan 2.961 Penerbangan, 341 Ribu Penumpang Batal Terbang

R
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kiri) memantau secara langsung perkembangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terhadap operasional penerbangan dari pusat pemantauan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9). (ANTARA/HO-Kemenhub)
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kiri) memantau secara langsung perkembangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terhadap operasional penerbangan dari pusat pemantauan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9). (ANTARA/HO-Kemenhub)

Advertisement

 
PROKAL.CO-  Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) terus memicu gangguan fatal pada sektor transportasi udara nasional. Hingga Senin (7/9) sore, tercatat sebanyak 2.961 jadwal penerbangan domestik maupun internasional terdampak sebaran abu vulkanik, menyebabkan sedikitnya 341 ribu penumpang mengalami pembatalan, penundaan, hingga pengalihan rute.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengonfirmasi bahwa imbas erupsi ini meluas ke ribuan rute penerbangan di berbagai wilayah.

"Hingga Senin (7/9) sore, sebanyak 2.961 penerbangan terdampak perubahan operasional bandara akibat sebaran abu vulkanik, di antaranya 2.339 penerbangan domestik dan 622 internasional," terang Dudy di Jakarta.

Advertisement

Guna mengantisipasi risiko bahaya abu vulkanik terhadap mesin pesawat, Kemenhub memutuskan memperpanjang penutupan sementara tujuh bandara utama hingga Senin (7/9) pukul 23.59 WIB. Ketujuh bandara tersebut mencakup Bandara Soekarno-Hatta, Budiarto, dan Pondok Cabe di Banten; Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta; Bandara Radin Inten II dan Muhammad Taufiq Kiemas di Lampung; serta Bandara Husein Sastranegara di Jawa Barat.

Dudy menegaskan, langkah ekstrem penutupan fasilitas penerbangan ini diambil secara penuh kewaspadaan demi menjaga keselamatan udara.

"Kenapa kami bersikap konservatif, karena arah angin sangat dinamis. Kita ingin memastikan betul bahwa debu vulkanik ini menjauh dari lokasi bandara yang ada di sekitar Gunung Anak Krakatau," tutur Dudy.

Advertisement

Meski pengujian sampel abu (paper test) di area landasan beberapa bandara mulai menunjukkan hasil negatif, pemerintah menegaskan tidak akan terburu-buru membuka kembali operasional. Kemenhub masih menunggu rilis panduan resmi (advisory) dari Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin Australia.

Jeda penutupan ini juga dimanfaatkan pengelola bandara untuk menyisir dan membersihkan runway, taxiway, serta apron dari sisa material vulkanik, sementara pihak maskapai wajib melakukan inspeksi menyeluruh pada mesin armada pesawat.  "Kami memastikan semua berjalan dengan baik dan kita tidak ingin mengesampingkan aspek keselamatan," tegas Menhub. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sektor Transportasi Kaltim Melesu di Agustus 2026, Penumpang Laut Anjlok Hingga 30 Persen

Sektor Transportasi Kaltim Melesu di Agustus 2026, Penumpang Laut Anjlok Hingga 30 Persen

Sektor Transportasi Kaltim Melesu di Agustus 2026, Penumpang Laut Anjlok Hingga 30 Persen

Era Baru Penerbangan Komersial: Pesawat Eksperimental X-59 NASA Sukses Tembus Kecepatan Supersonik

Era Baru Penerbangan Komersial: Pesawat Eksperimental X-59 NASA Sukses Tembus Kecepatan Supersonik

Pesawat eksperimental terbaru mereka, X-59, sukses menuntaskan uji penerbangan supersonik pertamanya pada Jumat (5/6/2026) waktu setempat.

Fuel Surcharge Naik Imbas Harga Avtur, Kemenhub Sesuaikan Tarif Tiket Pesawat

Fuel Surcharge Naik Imbas Harga Avtur, Kemenhub Sesuaikan Tarif Tiket Pesawat

Fuel Surcharge Naik Imbas Harga Avtur, Kemenhub Sesuaikan Tarif Tiket Pesawat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer