Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

WADUH..!! Seorang Pasien Suspect Corona Kabur dari Rumah Sakit

izak-Indra Zakaria • 2020-03-21 13:15:38
Photo
Photo

BATAM - Seorang suspect corona berinisialn CN, warga Marina, kabur dari IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah. Ia kabur saat akan dimasukkan ke ruang isolasi. Ia kabur dari RSUD pukul 19.00, Jumat malam (20/3) 

Pihak IGD RSUD sendiri sudah berusaha menjelaskan kalau ia harus diisolasi, namun CN tetap menolak. Wanita kelahiran Medan, 1993 ini enggan diisolasi karena memiliki anak kecil. 

Pihak kepolisian dan kecamatan sempat dibuat repot terkait sikap CN ini. Sebab, informasi awal CN ini pasien positif covid-19 yang kabur dari RSUD. Namun setelah ditelusuri, rupanya dia pasien dalam pengawasan (PDP), namun menolak diisolasi.  

Kabid Dokkes Polda Kepri Kombes Pol Muhammad Haris yang dihubungi tadi malam membenarkan adanya PDP yang kabur dari RSUD. "Sedang dalam pencarian malam ini (tadi malam, red). Nanti kalau dapat kami kabari," ujarnya, tadi malam. 

Kapolresta Barelang AKBP Purwadi Wahyu Anggoro yang dihubungi tadi malam mengaku sudah mengerahkan anggotanya untuk menjemput PDP yang kabur itu. Jajaran Polsek Batuaji juga mengerahkan anggotanya mencari CN.  

"Anggota masih di lapangan mencarinya," ujar Kapolres.

Mengenai kaburnyab PDP itu, kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi, membenarkan. "Dia pasien baru RSUD. Baru kembali dari Malaysia. Karena ada gejala pneumonia, maka petugas IGD RSUD memindahkan pasien ini ke ruangan isolasi. Namun tidak tahu kenapa pasien memilih meninggalkan rumah sakit tanpa izin," ujar Didi. 

Kondisi ini tentu menimbulkan keresahan. Karena tanpa pasien sadari, ada risiko menularkan virus kepada orang lain yang kontak langsung dengannya. "Ini yang kami upayakan agar tidak terjadi. Makanya kami sarankan menjalani tes dan bersedia dirawat. Tapi malah pergi," sebutnya.

 Pasien terdaftar masuk ke rumah sakit bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 18.30 WIB, petugas langsung menangani. Saat akan dipindahkan pasien meninggalkan rumah sakit sekitar pukul 19.00 WIB. 

Saat ini, tim Satgas Covid-19 juga sedang di lapangan menjemput pasien dan memastikan dia mengikuti tes dan menjalani perawatan di ruangan isolasi. 

"Belum sempat dites. Bahkan swab saja belum diambil, tapi karena ada gejala pneumonia petugas meminta pasien pindah ke ruangan isolasi. Namun malah pergi," terang Didi. 

Ia mengimbau demi keselamatan banyak pihak, warga yang merasakan gejala demam, pilek, flu yang berlangsung lebih dari tiga hari agar memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Terutama merek yang pernah memiliki riwayat perjalanan dari kota dan negara terjangkit.

 "Sekarang kondisi sudah berbeda pasca ada dua pasien positif. Jadi kami minta warga bisa membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus ini," kata dia

KOMITMEN

Komitmen dan kepedulian pengusaha di Batam untuk mencegah penularan covid-19 semakin tinggi. Buktinya, penggalangan dana yang mereka lakukan terus bertambah. Hingga Jumat (20/3), sumbangan pengusaha sudah mendekati angka Rp 10 miliar. 

"Iya, bantuan dari para pelaku usaha kepada Pemerintah Kota Batam untuk memerangi penyebaran Virus corona saat ini sudah terkumpul hampir Rp 10 Miliar dari target Rp 20 Miliar," ujar perwakilan pengusaha Abidin Hasibuan, saat jumpa pers bersama Wali Kota Batam di Batam Centre. 

Abidin menambahkan, selain bantuan dana dengan target Rp 20 miliar, pengusaha juga memberi bantuan peralatan pendukung. Antara lain masker, baju pelndung untuk petugas medis, handsanitizer, alat tes, dan peralatan pendukung lainnya. 

"Kita beli dari Singapura dan sebagian dari China untuk masker," ujar Abidin. Abidin menjelaskan, untuk bantuan alat, didahulukan untuk rumah sakit yang ada di Batam. Seluruh rumah sakit nantinya diwajibkan menggunakan masker. Sebab, ia berharap jumlah pasien yang positif corona di Batam bisa ditekan. 

"Jadi masker saat ini sedang kita usahakan. Kapan bisa datang? kira-kira satu sampai dua minggu kalau pengirimannya dari China," ujarnya.

 

 Alat Tes Covid-19 Sudah Masuk

 

Dalam upaya melawan penyebaran virus corona atau Covid-19, Wali Kota Batam Muhammad Rudi akan menghentikan semua kegiatan masyarakat yang mengumpulkan massa dalam jumlah besar.

 "Kita mulai nanti (kemarin) sore sampai hari Minggu. Intinya, kita akan coba dua hari ini, pengurangan kegiatan yang bisa berdampak dalam pemutusan penyebaran Covid-19," ujarnya. 

Sementara untuk tempat ibadah, Rudi menyebutkan bahwa setiap agama punya tokoh agamanya masing-masing. Sehingga untuk penghentian ibadah dalam jumlah yang besar, berada di tangan tokoh agama. Pihaknya juga sudah menyampaikan risiko-risiko yang akan timbul di tengah pusat keramaian. 

"Makanya kita sampaikan kepada mereka. Tapi keputusan nanti yang menjembatani warga dengan kita yang melaksanakan ibadah. Kegiatan hari minggu ini banyak sekali dan mereka sudah sampaikan sepakat tidak melaksanakan," tuturnya. 

Sementara untuk status Batam sendiri, Rudi menyebut dirinya tidak bisa mengambil keputusan. Sebab, yang berwenang dalam ambil keutusan terkait dengan status adalah kewenangannya presiden. 

Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, Satgas mulai menyisir di 7 kecamatan di Kota Batam. Satgas ini akan mengecek masyarakat dengan empat kategori. 

"Tidak seluruh masyarakat Kota Batam akan diperiksa, tapi empat kategori itu. Yang orang dalam pemantauan, pasien dalam pengawasan, kemudian suspect atau negataif dan positif. Dia bisa negatif sementara waktu. Tiba-tiba beberapa waktu masuk lagi, dan mereka yang sudah bolak balik keluar negeri," jelasnya. 

Pihaknya mengerahkan 4 unit ambulans untuk mengangkut suspect corona. 

Soal keluhan dari tenaga medis terkait peralatan, ia menyebutkan saat ini tenaga medis hanya meminta alat pelindung diri (APD). 

"Target kita seribu peralatan dalam jangka pendek. Seribu itu pelaku usaha sudah siap membantu kita untuk APD dan masker siap mengirimkan dua kontainer. Tetapi dia (pengusaha, red) minta bantu dari kita dan Polres. Karena di Jogja barang ini tidak dapat keluar, diawasi oleh pihak Polda di sana. Alat tes lupa saya jumlahnya, tapi hari ini atau besok sudah ada yang masuk," tuturnya. 

Ia menargetkan, dalam kurun waktu satu minggu kedepan seluruh masyarakat sudah tersisir oleh Satgas ini. Dimana, setelah semua tersisir, pihaknya dapat dengan segera menyampaikan status Kota Batam ke masyarakat. 

"Seminggu kedepan tim ini akan bergerak. dan seminggu itu sudah terdata. Sementara untuk case-nya tertentu menunggu APD. Tapi kedepan invetalisir dengan secara baik karena kita mengikutkan kapolsek, danramil, bawa lurah dan RT/RW stempat. Jadi InsyaAllah akan clear dalam satu minggu ke depan. Sesuai target yang diberikan pak wali," ujarnya. (batampos)

Editor : izak-Indra Zakaria