JAKARTA - DPR RI mengesahkan 9 calon anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Periode 2022-2027 Selasa (4/10). Mereka pun didesak menyelesaikan kasus pelanggaran HAM masa lalu.
Ketua DPR RI Puan Maharani berharap semua anggota Komnas HAM terpilih dapat melindungi hak-hak rakyat secara maksimal. "Khususnya hak-hak perempuan," terang mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) kemarin.
Pengesahan calon anggota Komnas HAM RI dilakukan dalam rapat paripurna ke-8 masa persidangan I Tahun Sidang 2022-2023 di Gedung Nusantara II, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
Rapat tersebut menyetujui hasil uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan Komisi III DPR mengenai calon anggota Komnas HAM pada 30 September lalu. Dari 14 kandidat, 9 orang terpilih menjadi calon anggota Komnas HAM. “Semoga dapat menjalankan tugas dengan tanggung jawab dan amanah,” kata Puan yang memimpin rapat paripurna.
Sembilan calon anggota Komnas HAM terpilih adalah Atnike Nova Sigiro, Abdul Haris Semendawai, Anis Hidayah, Hari Kurniawan, Prabianto Mukti Wibowo, Pramono Ubaid Tanthowi, Putu Elvina, Saurlin P Siagian, dan Uli Parulian Sihombing.
Jumlah komisioner bertambah dibanding periode sebelumnya yang hanya 7 orang. Dengan bertambahnya jumlah anggota Komnas HAM, diharapankan kinerja mereka semakin efektif dan lebih cepat dalam menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM.
Dari 9 anggota yang ditetapkan DPR, Atnike terpilih menjadi ketua Komnas HAM. Puan pun mengapresiasi terpilihnya Atnike sebagai ketua yang baru menggantikan Ahmad Taufan Damanik. Atnike menjadi perempuan pertama yang terpilih sebagai Ketua Komnas HAM dalam sejarah Indonesia. “Semoga dengan terpilihnya Ketua Komnas HAM perempuan, hak-hak perempuan Indonesia semakin terjamin,” ucap Puan.
Puan menambahkan, pemilihan anggota Komnas HAM telah memenuhi asas gender, karena 3 dari 9 komisionernya datang dari kalangan perempuan. Dia berharap anggota Komnas HAM terpilih dapat bekerja dengan penuh integritas, profesional, dan kredibel.
Nama-nama anggota terpilih akan dikirim ke Presiden Joko Widodo untuk dilakukan pelantikan. "Masyarakat Indonesia menantikan kerja-kerja terbaik dari anggota Komnas HAM yang baru," tandas Puan.
Terpilihnya Atnike sebagai ketua Komnas HAM mendapat respons dari para pegiat HAM. Salah satunya Haris Azhar. Haris yang bersama Atnike bersama-sama mendirikan Lokataru Foundation pada 2016 lalu itu menyebut para komisioner Komnas HAM baru harus menerapkan standar etik tinggi untuk menghadapi kerumitan persoalan Komnas HAM. Baik persoalan internal maupun eksternal.
”Akan menarik melihat mereka (Atnike dkk) menghadapi keruwetan di Komnas HAM,” terang pegiat HAM itu. Haris menyebut Komnas HAM punya banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan. Salah satunya penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu. ”Penyelidikan kasus Munir yang belum lama ini dimulai Komnas HAM salah satunya,” ujarnya.
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Rivanlee Anandar menambahkan Atnike dkk punya tugas berat ke depan. Salah satunya mengawal pengusutan dugaan pelanggaran HAM dalam tragedi Kanjuruhan, Malang. ”Negara harus bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan yang kami duga telah terjadi pelanggaran HAM,” ujarnya. (lum/tyo/jpg/far)
Editor : izak-Indra Zakaria