Selang sehari setelah kasus dugaan bunuh diri NJW, mahasiswa UNNES yang lompat dari lantai 4 Mall Paragon, kasus serupa kembali terjadi di Semarang.
Kali ini, mahasiswi dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) ditemukan tewas di dalam kamar kos yang berada di Tembalang, Semarang pada Rabu (11/10).
Dilansir dari Radar Semarang (Jawa Pos Group), Kamis (12/10), mahasiswi yang diketahui berinisial EN, ditemukan tewas oleh kekasih korban yang bernama Alfa.
Saat ditemukan, EN dalam kondisi telentang di atas kasur dengan mengenakan kaos pendek warna hijau pupus dan celana pendek warna hitam.
EN berhasil dievakuasi, setelah Alfa meminta bantuan rekannya dan ibu kos, untuk membuka pintu kamar dengan kunci cadangan.
Sebelum EN ditemukan tewas, Alfa mendapati kondisi pintu kamar sang kekasih tertutup dan terkunci.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, EN diketahui sebagai mahasiswa Udinus jurusan Studi Managemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Selama berkuliah, ia dikenal sebagai mahasiswa berpretasi dengan IPK terakhir 3,6.
Kepala Humas Udinus, Nining Sekar, mengungkapkan bahwa EN adalah mahasiwa semester akhir yang saat ini tengah menggarap skripsi.
“Dengan IPK terakhir 3,6, Ananda merupakan mahasiswi semester akhir yang saat ini sedang mengambil skripsi selama setahun terakhir. Sehingga ananda Elsa tidak ada masalah secara akademik," kata Nining.
Namun begitu, Nining menyebut bahwa dalam semester terakhir ini, gadis asal Kalimantan tersebut tidak tercatat aktif di kampus. Bahkan, ia juga tidak menginput KRS.
Selanjutnya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Udinus, Kusni Ingsih, turut buka suara soal tewasnya salah satu mahasiswanya.
Menurutnya, selama ini kampus Udinus sudah menyiapkan layanan konseling bagi mahasiswa yang bahkan sudah diperkenalkan sejak masa orientasi mahasiswa baru.
Layanan konseling itu, kata Kusni, terbuka untuk konsultasi akademik, pengembangan karir, maupun masalah pribadi.
“Selain psikolog yang memberikan konseling, Udinus juga memiliki UKM Rumah Sahabat dan satgas yang menangani konsultasi terkait narkoba, kekerasan seksual, dan permasalahan mahasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh mahasiswa Udinus," ungkapnya. (*)
Editor : izak-Indra Zakaria