Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sekjen PDIP Tegaskan Gibran Bukan Dipanggil, Hanya Agenda Ngobrol Sesama Kader Partai

izak-Indra Zakaria • 2023-10-17 16:42:00
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menekankan, kehadiran Gibran ke kantor DPP PDIP bukan pemanggilan. Menurutnya, agenda itu hanya untuk mengobrol. (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menekankan, kehadiran Gibran ke kantor DPP PDIP bukan pemanggilan. Menurutnya, agenda itu hanya untuk mengobrol. (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kehadiran Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka ke kantor DPP PDI Perjuangan, di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (18/10). Hasto menyebut, hadirnya Gibran bukan terkait ramainya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menetapkan batas usia capres dan cawapres minimal 40 tahun atau pernah/sedang menjabat kepala daerah.

"Ya, ini ada atau tidak ada putusan MK, kami selalu menjalin komunikasi. Mbak Puan (Maharani) sering bertemu dengan Mas Gibran. Terakhir juga bertemu Mas Kaesang (Pangarep)," kata Hasto di Jakarta, Senin (16/10).

Hasto menekankan, kehadiran Gibran ke kantor DPP PDIP bukan pemanggilan. Menurutnya, agenda itu hanya untuk mengobrol.

"Kita nggak manggil, kita ngobrol-ngobrol dan kemudian bincang-bincang sesama kader partai. Rumah partai kan rumah rakyat, rumah seluruh kader partai. Jadi datang ke kantor partai bukan karena dipanggil, karena memang ini rumah kita bersama," ungkap Hasto.

"Jadi nggak ada panggil-panggilan ya, saya luruskan, nggak ada panggil-panggilan ke Mas Gibran, yang ada adalah kami bincang-bincang," sambungnya.

Hasto pun menanggapi kehadiran Gibran dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) relawan Projo di Senayan, Jakarta, pada Sabtu (14/10). Hasto menganggap wajar, karena Projo adalah pendukung ayahnya, yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Namanya Projo, Jo-nya ini kan Jokowi, masa pro bapaknya nggak datang," pungkas Hasto. (*)

Editor : izak-Indra Zakaria
#nasional