KEBERHASILAN Khairul dan Effendhi Djuprianto dalam satu tahun memimpin Kota Tarakan, juga mendapat pengakuan dari Hamid Amren yang tak lain Sekretaris Kota Tarakan. Terutama dalam memperbaiki perekonomian di Bumi Paguntaka.
Bukan tanpa dasar. Pria kelahiran Aceh Utara ini berpatokkan pada data Badan Pusat Statisik (BPS) Tarakan terhadap indikator pembangunan. Seperti tingkat pengangguran, kemiskinan, inflasi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Capaian Pemerintah Kota Tarakan dalam satu tahun terakhir, kalau kita lihat dari indikator-indikator makro ekonomi semuanya itu bagus. Ini merupakan hasil satu tahun kinerja pemerintahan Pak Khairul dan bapak Effendhi Djuprianto,” ujar Hamid, Jumat (28/2) lalu.
Dibeberkan alumni S-1 Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh ini, terhadap tingkat pengangguran, jika pada tahun 2018 sebesar 5,94 persen, tahun lalu menjadi 4,78 persen.
“Jadi ada penurunan 1,24 persen. Itu cukup besar penurunan angka kemiskinan, ini BPS punya ya,” imbuhnya. Grafik penurunan juga ditunjukkan terhadap tingkat kemiskinan di Tarakan.
Menurut Hamid, jika pada 2018 sebesar 6,15 persen, maka di tahun lalu menjadi 6 persen, atau turun 0,15 persen.
Selanjutnya tingkat inflasi pun menurun tajam. Dari 5 persen pada 2018, menjadi 1,47 persen tahun lalu. Dengan data tersebut, Pemkot Tarakan dinilai mampu mengendalikan harga dengan baik.
“Artinya harga-harga terkendali dengan baik selama satu tahun terakhir,” ujarnya. Yang juga menjadi kabar gembira adalah pertumbuhan ekonomi di Tarakan yang dinilai meningkat.
Dari data BPS Tarakan sebesar 7,25 persen pada tahun 2018, menjadi 7,69 persen tahun 2019, atau kenaikan 0,17 persen.
Berdasarkan data BPS Tarakan, IPM Tarakan 2019 juga mengalami peningkatan yang menyentuh angka 76,09 persen, dari tahun lalu 75,69 persen atau naik 0,07 persen.
Menurut Hamid, IPM adalah akumulasi dari seluruh pembangunan. Karena IPM melihat dari tingkat pendidikan masyarakat, kesehatan, pembangunan infrastruktur, usia harapan hidup dan angka partisipasi sekolah.
“Secara nasional itu pada angka 50 besar, jauh dari kabupaten kota lainnya. Di Kaltara kita tertinggi,” tuturnya. Tidak hanya pencapaian secara angka statistik, secara kasat mata, Hamid juga menilai bermunculannya bangunan-bangunan baru, baik warung maupun toko.
Keberhasilan yang dicapai, berkat kemampuan Pemkot Tarakan mengelola anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) yang bertumpu pada kepentingan masyarakat.
“Arah daripada APBD itu harus berorientasi kepada masyarakat. Kemudian pembelanjaan ABPD tidak boleh stagnan, seperti tahun ini. Kita Januari sudah belanja, artinya masyarakat kalau selesai proyek, maka bisa ditagih kepada pemerintah dan dibayarkan,” ungkapnya.
Termasuk untuk pembayaran insentif, baik RT, masyarakat dan guru dibayar tepat waktu. Namun, tidak dipungkiri hasil itu tidak lepas juga dari dukungan masyarakat serta partisipasi semua elemen. Seperti DPRD dan organisasi perangkat daerah (OPD).
Hamid berharap dengan berjalannya program Pemkot Tarakan seperti dana rukun tetangga (RT), maka tahun depan pertumbuhan ekonomi di tingkat masyarakat menjadi lebih baik.
Wali Kota Tarakan, Khairul menilai data statistik tersebut merupakan hasil dari pembangunan yang dilakukan Pemkot Tarakan. Termasuk beberapa upaya dalam mengundang investasi dan memperlancar arus barang keluar masuk. Sebagai upaya memperbaiki indikator ekonomi makro Tarakan.
Khairul menargetkan adanya kenaikan pertumbuhan ekonomi di akhir tahun ini. “Mudah-mudahan tahun 2020 bisa lebih baik lagi. Karena kita punya target sebenarnya pertumbuhan ekonomi Tarakan ini di akhir masa jabatan itu 8 persen minimal,” harapnya. (mrs/uno)
Editor : uki-Berau Post