TANJUNG SELOR – Hingga semester I tahun ini, realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Utara (Kaltara) masih 32 persen.
Dikatakan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kaltara Denny Harianto, kendala yang terjadi karena Dana Alokasi Khusus (DAK) baru memasuki tahap pertama untuk pencairan. Sehingga mempengaruhi realisasi APBD di semester I, yang angkanya masih di bawah 50 persen.
Jika persyaratan sudah terpenuhi, maka setidaknya 25 persen akan mempengaruhi realisasi. “Kami menginginkan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemprov Kaltara terus menggenjot kegiatan yang diprogramkan hingga akhir 2023,” harapnya, Minggu (16/7).
Setiap bulannya, pihaknya selalu melakukan evaluasi terhadap OPD yang menggunakan DAK ataupun dana transfer pusat. Dari 32 persen ini, realisasi masih didominasi belanja barang dan jasa. Pihaknya pun menekan OPD-OPD ini agar selalu ada target. Sehingga realisasi pada semester II atau per triwulannya selanjut angka realisasi selalu meningkat.
“Untuk target, apa yang direncanakan oleh OPD ini harus dilaksanakan. Makanya yang saya bilang, anggaran itu berbasis kinerja. Jadi setiap triwulan dan semester itu sangat penting,” jelasnya.
Yang diinginkan, kata dia, per triwulan ada realisasi dan tidak habis-habisan pada triwulan akhir atau semester II di akhir tahun. Kata dia, dampaknya tidak bagus jika semuanya dihabiskan di akhir tahun. Jika dimulai dari sekarang, maka pertumbuhan ekonomi berdampak. (fai/uno)
Editor : uki-Berau Post