TANJUNG SELOR - Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) salah satu provinsi yang memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA), sektor pariwisata, perikanan hingga pertanian yang menjanjikan.
Namun banyaknya potensi Kaltara yang belum terkelola dengan maksimal. Membuat Kaltara masih memiliki pekerjaan rumah, untuk mengkonversi potensi tersebut menjadi pendapatan bagi daerah.
“Di Kaltara ini semua potensinya ada, baik SDA, pariwisata dan sektor pertanian dan kelautannya. Tapi memang harus kita akui kalau masih banyak potensi kita yang bekum terkelola dengan maksimal," ujar Drs H Zainal Arifin Paliwang SH, M.Hum, Gubernur Kaltara.
Agar potensi yang ada di Kaltara ini dapat terkelola dengan maksimal. Orang nomor satu di Kaltara ini pun membuka pintu bagi investor. Agar berminat berinvestasi di Kaltara.
“Makanya setiap kegiatan yang di mana Kaltara menjadi tuan rumahnya. Kita selalu mengundang investor dan tamu penting lainnya. Sekaligus kita ajak berkeliling untuk memperkenalkan potensi Kaltara,” ujarnya.
Selain mengembangkan potensi Kaltara dengan menggunakan investor, pengembangan sektor UMKM dan pelatihan pertanian milenial juga akan dilakukan oleh Gubernur.
Ia mengungkapkan, selama menjabat sebagai Gubernur Kaltara, dirinya bersama dengan perangkat daerah terus menggenjot pembangunan infrastruktur dan pengelolaan lahan pertanian. Di mana hal ini dibuktikan dengan banyaknya program pertanian yang telah berjalan selama ini.
Seperti diketahui, nilai investasi pada triwulan I 2023 di Provinsi Kalimantan Utara mencapai Rp 3,16 triliun, yang berasal dari penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).
“Angka ini berdasarkan perhitungan dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),” kata Gubernur.
Berdasarkan target BKPM, capaian realisasi investasi periode pertama ini mencapai 10,56 persen. Dari penetapan target 2023 sebesar Rp 29,98 triliun. Sedangkan, persentase capaian target sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltara, DKISP KALTARA telah mencapai 45,35 persen. Dari penetapan nilai target pada 2023 sebesar Rp 7 triliun.
Gubernur mengatakan capaian realisasi investasi triwulan satu ini mampu menyerap 1.384 tenaga kerja. Dia juga menyebut Kementerian Investasi/BKPM memberi target investasi yang tinggi kepada Provinsi Kaltara di wilayah Regional V, yaitu sebesar Rp 29,98 triliun.
Target itu disusul Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rp 21,26 triliun, Bengkulu Rp 19 triliun, Gorontalo Rp 5,48 triliun, Papua Barat Rp 4,61 triliun, dan Sulawesi Barat sebesar Rp 3,36 triliun.
Menurutnya, kenaikan target investasi hampir tiga kali lipat tersebut didasarkan proyek-proyek strategis yang ada di Kaltara. Seperti Proyek Strategi Nasional (PSN) Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kabupaten Bulungan, serta proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan Hydro Power Mentarang di Kabupaten Malinau.
“Peletakan batu pertama pembangunan proyek besar itu dilakukan oleh Presiden Joko Widodo,” kata Gubernur Kaltara.
Agar target investasi tercapai, DPMPTSP Kaltara akan secara aktif mendata laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) investor. Realisasi investasi di Kaltara pada 2017 mencapai Rp 2,3 triliun, 2018 Rp 2,2 triliun, 2019 Rp 7,6 triliun, 2020 Rp 3,2 triliun, 2021 Rp 5,7 triliun, dan 2022 mencapai Rp 13,7 triliun. (dkisptlhms)
Editor : uki-Berau Post