
PROKAL.CO, SAMARINDA — Sebanyak 121 kader perempuan PDI Perjuangan dari kabupaten dan kota di Kalimantan Timur mengikuti Pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput yang digelar DPD PDI Perjuangan Kaltim di Samarinda, Sabtu (31/10/2026). Melalui pelatihan ini, kader didorong lebih aktif mengidentifikasi persoalan warga dan mengadvokasi kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Pelatihan yang berlangsung di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Kaltim, Jalan Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda, tersebut dibuka Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau Bintang Puspayoga.
Bintang mengatakan, pelatihan tersebut merupakan salah satu program utama Bidang Perempuan dan Anak DPP PDI Perjuangan periode 2025-2030. Program dirancang melalui serangkaian diskusi kelompok terarah dan uji coba sebelum modul pelatihan disusun untuk diterapkan secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat hingga struktur partai paling bawah.
Menurut Bintang, pelatihan tidak boleh berhenti pada kegiatan di tingkat daerah. Para peserta diharapkan meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada kader lain hingga tingkat ranting dan anak ranting.
"Harapan kami tidak hanya berhenti pada hari ini. Ini akan diimplementasikan sampai tingkat ranting, tentunya hingga akar rumput," kata Bintang.
Untuk memantau pelaksanaan program, DPP PDI Perjuangan juga menyiapkan aplikasi khusus. Selain itu, disusun jingle sebagai salah satu sarana untuk membantu peserta memahami dan mengingat peran perempuan penggerak.
Bintang menegaskan, perempuan harus ditempatkan sebagai bagian aktif dalam proses pembangunan, bukan sekadar penerima manfaat. Kesetaraan hak perempuan sebagai warga negara, sebagaimana pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, perlu diwujudkan melalui keterlibatan dalam menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
"Perempuan tidak hanya menjadi penikmat pembangunan, tetapi harus menjadi bagian pembangunan itu sendiri. Perempuan tidak hanya menjadi obyek, tetapi menjadi subyek yang ikut berperan dalam pembangunan bangsa dan negara," ujarnya.
Ia menjelaskan, peran kader perempuan dapat dimulai dari persoalan sederhana di lingkungan tempat tinggal. Kader diharapkan peka terhadap kondisi warga, seperti keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, anak yang mengalami stunting, hingga warga yang belum bisa membaca dan menulis.
Jika belum mampu melakukan advokasi secara langsung, kader setidaknya dapat membantu mendata persoalan dan menghubungkan warga dengan pihak yang dapat memberikan pendampingan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


