Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ini Larangan dan Anjuran pada Hari Tasyrik, Mengapa Tidak Boleh Puasa  

Faroq Zamzami • 2024-06-19 09:26:57

 

BESEK: Ilustrasi penggunaan besek dari anyaman bambu oleh petugas kurban di Kebayoran Lama, Jakarta pada 2019. Ini untuk mengurangi sampah plastik saat Iduladha. Foto: Dery Ridwansah/Jawa Pos
BESEK: Ilustrasi penggunaan besek dari anyaman bambu oleh petugas kurban di Kebayoran Lama, Jakarta pada 2019. Ini untuk mengurangi sampah plastik saat Iduladha. Foto: Dery Ridwansah/Jawa Pos

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Hari Tasyrik adalah hari-hari yang mengikuti hari raya Iduladha, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah dalam kalender Hijriah. Berdasarkan konversi Gregorian, tanggal-tanggal tersebut bisa bervariasi setiap tahunnya.

Pengertian Hari Tasyrik

Hari Tasyrik adalah hari-hari di mana umat Islam dianjurkan untuk melakukan berbagai amalan, sebagaimana anjuran dari Rasulullah Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam.

Baca Juga: Mau Daging Kurban Anda Awet, Ini Cara Penyimpanan yang Tepat

Larangan-larangan di Hari Tasyrik

  1. Larangan Menyiksa Hewan Kurban: Umat Islam dilarang menyiksa hewan kurban yang belum disembelih. Hewan kurban harus disembelih dengan cara yang benar dan tanpa menyiksa.

Anjuran-anjuran di Hari Tasyrik

  1. Mengucapkan Takbir: Umat Islam dianjurkan untuk banyak mengucapkan takbir pada hari-hari Tasyrik.
  2. Memuji Allah: Disunahkan untuk memuji Allah SWT pada hari-hari Tasyrik.

Hukum Menyembelih Hewan Kurban di Hari Tasyrik

Menyembelih hewan kurban di hari-hari Tasyrik adalah salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Ini merupakan bagian dari ibadah kurban yang dilakukan sebagai penghormatan terhadap perintah Allah SWT.

Baca Juga: Ini Cara Mengolah Daging Kurban yang Baik dan Higienis  

Hukum Puasa Tasyrik

Puasa pada hari-hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah) tidak disunnahkan. Rasulullah Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam memberikan penjelasan bahwa tidak ada puasa yang lebih dicintai oleh Allah daripada puasa pada bulan Ramadan. Oleh karena itu, umat Islam tidak disarankan untuk berpuasa pada hari-hari Tasyrik tersebut.

Dikutip dari mui.or.id pada waktu tersebut, umat Islam dilarang untuk berpuasa. Larangan tersebut selaras dengan pelaksanaan kurban itu sendiri.

Tasyrik atau tasyriq dalam bahasa Arab merupakan patron kata masdar dari “syarraqa” yang memiliki arti “matahari terbit atau menjemur sesuatu”. Tasyrik juga diartikan dengan penghadapan ke arah timur (arah sinar matahari).

Syekh Ibnu Manzur (711 H) dalam magnum opusnya Lisan al-Arab menyebutkan terdapat perbedaan pendapat ulama tentang alasan perbedaan penamaan tasyrik. Kedua pendapat tersebut sebagai berikut:

Pertama, dinamakan tasyrik dikarenakan waktu tersebut adalah hari di mana umat Islam menjemur daging kurban mereka untuk dibuat dendeng.

Pendapat tersebut disandarkan pada masa Rasulullah Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam belum adanya teknologi pendingin seperti kulkas. Alhasil, masyarakat kala itu menyimpan daging dengan waktu lama dengan cara dijemur.

Langkah ini dilakukan agar daging kurban yang melimpah saat Iduladha dapat disimpan dalam jangka panjang dan bisa menjadi cadangan makanan untuk dikonsumsi.

Kedua, pelaksanaan ritual kurban dilakukan setelah matahari terbit. Telah disebutkan di atas, pada hari Tasyrik setiap muslim diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah apapun kecuali berpuasa. Mengapa terdapat larangan puasa pada waktu tersebut?

Larangan puasa di hari Tasyrik disebabkan waktu tersebut sangat dianjurkan untuk menikmati berbagai hidangan dan olahan dari daging kurban. Dalam Haditsnya Rasulullah pernah mengabarkan terkait larangan ini sebagai berikut:

 “Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhuma, keduanya berkata: “Tidak diperkenankan untuk berpuasa pada hari Tasyrik kecuali bagi siapa yang tidak mendapatkan hewan kurban ketika menunaikan haji.” (HR. Bukhari, No. 1859)

Pada kesempatan lain hari Tasyrik juga disebut juga dengan hari untuk makan dan minum. Rasulullah bersabda:

“Dari Uqbah bin Amir, bahwa Rasulullah bersabda: “Hari Arafah, hari Iduladha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita pemeluk agama Islam, serta merupakan hari-hari untuk makan dan minum.” (HR. An-Nasa’i, No. 2954)

Pada hari Tasyrik juga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah seperti berzikir, berdoa, serta menyembelih hewan kurban. Perintah untuk berkurban tersebut termaktub dalam surat al-Kautsar ayat 2 berikut:

 “Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berurbanlah!”

 

Demikianlah penjelasan mengenai Hari Tasyrik, semoga bermanfaat.

 

Editor : Faroq Zamzami
#idul kurban #tasyrik #lebaran haji #puasa #Haji 2024 #lebaran #hewan kurban #iduladha