Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konstruksi Kokoh Tak Asal Bangun, Dinas PUPR Tepuk Tepis Isu Longsor di Proyek Terowongan Samarinda

R
Penulis: Redaksi Prokal❯
Terlihat bagian atas pada proyek terowongan. Potret ini memunculkan kekhawatiran terkait keselamatan proyek.
Terlihat bagian atas pada proyek terowongan. Potret ini memunculkan kekhawatiran terkait keselamatan proyek.

Advertisement

SAMARINDA – Desas-desus miring mengenai isu longsor yang melanda proyek terowongan ikonik milik Pemerintah Kota Samarinda di segmen Kecamatan Sambutan akhirnya ditepis keras oleh pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Pihak berwenang memastikan bahwa seluruh aspek keamanan lereng di area tersebut telah menjadi perhatian utama yang sangat krusial sejak tahap awal perencanaan mega proyek ini digulirkan. Keamanan dan kekuatan struktur bangunan menjadi komitmen mutlak yang terus dikawal agar tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Penjelasan mendalam tersebut diuraikan langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen Dinas PUPR Kota Samarinda, Riski, yang menjamin bahwa desain cut and cover di kawasan masuk atau inlet terowongan sudah melewati serangkaian kajian teknis yang amat ketat. Kajian mendalam ini dilakukan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta melibatkan tim ahli geoteknik yang berkompeten di bidangnya. "Struktur ini tidak dibuat secara sederhana. Semua sudah melalui perhitungan teknis, termasuk faktor keamanan lereng dan kekuatan konstruksi dalam jangka panjang," jelas Riski saat meluruskan spekulasi yang beredar di lapangan.

Lebih lanjut, Riski memaparkan bahwa selain berfungsi sebagai pelindung akses utama untuk masuk ke dalam terowongan, struktur kokoh tersebut secara arsitektural juga dirancang sebagai bagian dari sistem penguatan lereng itu sendiri. Area di atas bangunan utama nantinya akan ditimbun kembali untuk membantu menjaga sekaligus memperkuat kestabilan tanah di sekitarnya dari ancaman pergeseran alami. "Kami juga telah menyiapkan sejumlah pekerjaan pendukung berupa perkuatan lereng pada beberapa titik sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan geoteknis di masa mendatang," terang Riski demi memberikan rasa aman kepada publik.

Advertisement

Meski kondisi konstruksi fisik saat ini dinyatakan berada dalam status aman dan sangat stabil, Pemerintah Kota Samarinda menegaskan tidak akan gegabah dan belum akan membuka fasilitas infrastruktur modern ini untuk umum dalam waktu dekat. Jalur bawah tanah tersebut baru bisa dilintasi setelah seluruh tahapan pengujian selesai dilaksanakan secara resmi. Saat ini, Pemkot Samarinda masih terus menunggu kedatangan tim penguji khusus dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek teknis bangunan sebelum nantinya berhak menerbitkan sertifikat atau status layak fungsi secara legal. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bukan Sekadar Coba-Coba, Terowongan Samarinda Jadi Pilot Project SLF Pertama di Nusantara

Bukan Sekadar Coba-Coba, Terowongan Samarinda Jadi Pilot Project SLF Pertama di Nusantara

Terowongan Samarinda belum dibuka, masih menunggu uji beban.

Belum Ada Terowongan di Indonesia Kantongi SLF, Terowongan Samarinda Jadi Proyek Perintis

Belum Ada Terowongan di Indonesia Kantongi SLF, Terowongan Samarinda Jadi Proyek Perintis

Belum Ada Terowongan di Indonesia Kantongi SLF, Terowongan Samarinda Jadi Proyek Perintis

Evaluasi Proyek Terowongan Samarinda Masih Berjalan, Kepastian Target September Ditunggu

Evaluasi Proyek Terowongan Samarinda Masih Berjalan, Kepastian Target September Ditunggu

Terowongan Samarinda disebut Sekretaris Daerah Samarinda Neneng Chamelia Santi saat ini berada pada tahap penilaian.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer