Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dicecar 78 Pertanyaan Selama 8 Jam, Dokter Spesialis Jantung RSUD AWS Diperiksa Maraton di Polresta

R
Penulis: Redaksi Prokal❯
Polresta Samarinda
Polresta Samarinda

Advertisement

PROKAL.CO- Dugaan malapraktik medis yang menyeret nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda terus bergulir di ranah hukum. Penyidik Satreskrim Polresta Samarinda kembali memanggil dokter spesialis jantung berinisial dr. MF untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terkait penanganan medis pasien Ediyanto Wongso.

Didampingi tim kuasa hukum barunya, Ronald Sihombing, dr. MF tiba di markas Polresta Samarinda sekitar pukul 10.00 WITA. Dokter ahli tersebut harus menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) maraton selama kurang lebih 8 jam, yang dimulai sejak pukul 11.00 WITA hingga berakhir pada pukul 19.00 WITA.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Rahmat Aribowo, melalui Kanit Tipidter Polresta Samarinda IPTU Reza Setiawan, mengungkapkan bahwa pemeriksaan kedua ini sudah berfokus mendalam pada substansi kasus.

Advertisement

"Mulai kita periksa itu jam 11 pagi, durasi pemeriksaan kurang lebih 8 jam. Terkait pertanyaan, tadi ada sekitar 78 pertanyaan. Jika pada pemanggilan awal masih seputar riwayat kerja dan SOP umum, pemeriksaan hari ini sudah masuk ke pokok perkara, yaitu seputar pelayanan, penanganan, dan tindakan medis terhadap pasien," ungkap IPTU Reza Setiawan saat ditemui di Polresta Samarinda.

Meski materi pemeriksaan telah memasuki pokok perkara, pihak kepolisian belum mengambil kesimpulan mengenai penetapan tersangka maupun status kelalaian medis. Penyidik menegaskan masih memerlukan keterangan tambahan dari sejumah saksi pendukung untuk merangkai konstruksi hukum secara menyeluruh.

"Terkait apakah ada unsur bersalah atau tidak, kami belum bisa menyimpulkan karena masih dugaan awal dan perlu pendalaman dari saksi lain. Namun, untuk sementara keterangan dari 78 pertanyaan tadi sudah cukup. Jika nantinya penyidik membutuhkan keterangan tambahan, terlapor tentu akan kita panggil kembali," tegasnya.

Advertisement

Selama proses pemeriksaan panjang tersebut, kepolisian mencatat sikap dr. MF yang dinilai cukup kooperatif dalam menjawab setiap detail cecaran penyidik, meskipun kelelahan tak bisa disembunyikan dari raut wajahnya.

"Secara umum fisiknya sehat, tapi kalau dibilang pusing atau lelah tentu pasti, apalagi ada puluhan pertanyaan yang dilayangkan. Namun sejauh ini dr. MF cukup kooperatif," pungkas Reza.

Usai merampungkan BAP maraton menjelang malam hari, dr. MF yang mengenakan kemeja batik lengan pendek memilih bergegas keluar. Ia melangkah keluar dari lantai dua gedung Reskrim Polresta Samarinda melalui pintu belakang di area tahanan yang sedang direnovasi, menghindari kerumunan awak media yang telah menunggu sejak siang di pintu keluar utama. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kecelakaan Maut Truk Tangki dan Sepeda Motor di Samarinda, Satu Meninggal Dunia

Kecelakaan Maut Truk Tangki dan Sepeda Motor di Samarinda, Satu Meninggal Dunia

Kecelakaan Maut Truk Tangki dan Sepeda Motor di Samarinda, Satu Orang Tewas PROKAL.CO, SAMARINDA — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan s

Operasi Patuh Mahakam 2026, Polisi Awasi Pelanggaran Lalu Lintas

Operasi Patuh Mahakam 2026, Polisi Awasi Pelanggaran Lalu Lintas

Operasi Patuh Mahakam 2026, Polisi Awasi Pelanggaran Lalu Lintas

Perubahan APBD Samarinda 2026 Dievaluasi Pemprov Kaltim, Fokus pada Layanan Publik dan Kesejahteraan

Perubahan APBD Samarinda 2026 Dievaluasi Pemprov Kaltim, Fokus pada Layanan Publik dan Kesejahteraan

Perubahan APBD Samarinda 2026 Dievaluasi Pemprov Kaltim, Fokus pada Layanan Publik dan Kesejahteraan Warga SAMARINDA – Pemerintah Provinsi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer