Terowongan Samarinda Menuju Tahap Akhir Persiapan, Pemkot Prioritaskan Kelayakan

SAMARINDA – Masyarakat Samarinda masih harus menunggu sebelum dapat melintasi terowongan yang tengah dipersiapkan pemerintah kota (Pemkot). Pengoperasian infrastruktur tersebut belum dapat dilakukan karena rangkaian pengujian kelayakan dan pemenuhan persyaratan teknis masih berlangsung.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perkejaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kota Samarinda, menegaskan seluruh proses dapat diselesaikan pada 2026, meski jadwalnya bergeser dari perkiraan awal pada September tahun ini.
Ia mengungkapkan penyelesaian tahapan kelayakan membutuhkan koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk tim penguji dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Kita masih menunggu tahapan. Data-data dasar dokumen-dokumen yang dibutuhkan, instrumen pengujian, kita sudah siapkan. Ini tinggal tunggu saja dari mereka,” Ungkap Hendra ditemui awak media. Jum'at (30/10/2026). Lebih lanjut, Hendra menyebutkan, pelaksanaan pengujian harus menyesuaikan jadwal tenaga ahli yang terlibat. Tim tersebut terdiri atas dosen UGM dan konsultan yang juga memiliki tanggung jawab pekerjaan lain, sehingga penentuan waktu pengujian memerlukan kesepakatan bersama.
Salah satu tahapan penting yang masih dinantikan ialah pengujian beban di lapangan. Hasil pengujian tersebut akan menjadi bagian dari bahan penilaian untuk memastikan kelayakan terowongan sebelum digunakan masyarakat. Ia mengakui, proses yang harus dilalui ternyata membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan perkiraan semula.
“Penyelesaian proses ditargetkan pada September. Tapi rangkaian tahapan yang harus dilalui ternyata membutuhkan waktu lebih panjang dari perkiraan,” ucap Hendra.
Kendati jadwal awal bergeser, Hendra menegaskan pihaknya tetap mengupayakan agar rangkaian proses kelayakan dapat dituntaskan pada tahun ini. Namun, target tersebut tetap bergantung pada pelaksanaan pengujian, hasil penilaian, dan pemenuhan seluruh persyaratan yang ditetapkan.
“Pemkot Samarinda tidak ingin terburu-buru membuka Terowongan sebelum seluruh proses kelayakan diselesaikan. Hasil pengujian dan penyelesaian persyaratan menjadi bagian penting dalam menentukan kesiapan untuk digunakan masyarakat,” Tegasnya.
Dengan demikian, penyelesaian dokumen saja belum cukup untuk memastikan terowongan dapat dioperasikan. Pemkot masih perlu menuntaskan tahapan pengujian dan evaluasi sebelum mengambil langkah berikutnya terkait pembukaan akses bagi masyarakat. (adv/diskominfo/smd)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




