Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Paulo Costa Bikin Kontroversi di Konferensi Pers UFC: Hina Orang Rusia dan Tantang Khamzat Chimaev!

I
Penulis: Indra Zakaria❯
Paulo Costa.
Paulo Costa.

Advertisement

 LAS VEGAS – Petarung papan atas kelas menengah UFC, Paulo Costa, kembali memicu kontroversi panas dalam sesi konferensi pers terbaru menjelang pertarungan melawan Azamat Murzakanov di UFC 327. Petarung asal Brasil yang dikenal dengan julukan "Borrachinha" ini tidak hanya melontarkan ejekan fisik kepada calon lawannya, tetapi juga membawa isu sentimen kebangsaan yang sangat sensitif.

Dalam pernyataan yang mengejutkan awak media, Costa secara terang-terangan mengungkapkan kebenciannya terhadap petarung-petarung asal Rusia. Hal ini ia sampaikan saat membahas rekor pertarungannya dan siapa yang ingin ia hadapi di masa depan.

“Saya benci orang Rusia. Ini yang kedua berturut-turut yang akan saya tambahkan ke rekor saya, dan yang ketiga mungkin Chimaev. Saya ingin lawan dia setelah mengalahkan pria gendut ini,” tegas Costa di depan mikrofon.

Advertisement

Mengincar Khamzat Chimaev
Pernyataan keras tersebut ditujukan untuk memanaskan persaingannya dengan petarung tak terkalahkan, Khamzat Chimaev. Costa dan Chimaev memang sudah lama terlibat aksi saling sindir di media sosial, namun hingga kini pertarungan keduanya belum pernah terealisasi.

Sebutan "pria gendut" yang dilontarkan Costa merujuk pada calon lawan yang akan ia hadapi dalam waktu dekat. Costa tampaknya sangat percaya diri bisa meraih kemenangan mudah sehingga ia sudah mulai memetakan jalur untuk menghancurkan dominasi petarung asal Chechnya, Rusia tersebut.

Serangan verbal yang menyinggung asal-usul negara ini diprediksi akan menimbulkan reaksi keras dari kubu petarung Rusia lainnya serta pihak manajemen UFC. Paulo Costa memang dikenal sebagai sosok yang pandai membangun narasi pertarungan melalui provokasi, namun kali ini ia dinilai telah melewati batas dengan membawa sentimen kebencian terhadap bangsa tertentu.

Advertisement

UFC sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait komentar diskriminatif tersebut. Jika Costa berhasil memenangkan laga selanjutnya, tekanan publik untuk mempertemukannya dengan Khamzat Chimaev dipastikan akan memuncak, menjadikannya salah satu duel paling personal dalam sejarah kelas menengah. (*)

Advertisement
Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
ProkalIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Chimaev Soal Perselisihan Susurkaev vs Fazill: Chechnya dan Kurdi Adalah Muslim, Kita Harus Bersatu

Chimaev Soal Perselisihan Susurkaev vs Fazill: Chechnya dan Kurdi Adalah Muslim, Kita Harus Bersatu

Khamzat Chimaev Buka Suara Soal Perselisihan Panas: "Orang Chechnya dan Kurdi Adalah Muslim, Kita Harus Tetap Bersatu" Gelombang perselisih

Sebut Cuma Omong Kosong, Dricus Du Plessis Minta Khamzat Chimaev Disiplin dan Setop Cari Alasan

Sebut Cuma Omong Kosong, Dricus Du Plessis Minta Khamzat Chimaev Disiplin dan Setop Cari Alasan

Raja kelas menengah UFC, Dricus Du Plessis, melayangkan kritik tajam dan menohok kepada petarung tak terkalahkan, Khamzat Chimaev. Du Plessis secara terbuka menyebut klaim kesulitan penurunan berat ba

Kritik Pedas Kamaru Usman: Sebut Khamzat Chimaev Butuh Pelatih Kepala, Bukan Sekadar "Teman Petarung"

Kritik Pedas Kamaru Usman: Sebut Khamzat Chimaev Butuh Pelatih Kepala, Bukan Sekadar "Teman Petarung"

Kritik Pedas Kamaru Usman: Sebut Khamzat Chimaev Butuh Pelatih Kepala, Bukan Sekadar "Teman Petarung"

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer