Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Batasi Pemain Putra Daerah

adminbp-Admin Balpos • 2019-05-05 12:04:01
TIDAK DIPANGGIL : Gelandang Ilhamsyah tidak masuk daftar skuat Persiba musim ini.
TIDAK DIPANGGIL : Gelandang Ilhamsyah tidak masuk daftar skuat Persiba musim ini.

BALIKPAPAN  -  Pengelola Persiba Balikpapan dibawah tangan Gede Widiade memang punya tugas berat. Waktu singkat, dipaksa harus bisa merealisasikan target ke Liga 1. Hal tersebut, membuat pencarian pemain lebih selektif. Termasuk membawa pemain ke Bali selama pemusatan latihan. Merekrut pemain yang benar-benar punya kontribusi.

Meski rencana ada banyak pemain didatangkan, namun slot pemain putra daerah tampaknya dibatasi. Sejauh ini, tercatat hanya empat nama resmi dipertahankan yakni Bryan Cesar, Stevanus Bungaran, Andre Dio dan Dwi Yudha. ”Untuk penambahan pemain putra daerah sepertinya tidak ada tambahan lagi. Itu juga sudah disampaikan oleh manajemen. Karena hanya dibatasi 25 pemain. Empat sampai lima pemain sudah terlalu banyak. Jadi maksimalkan yang ada saja,” jelas Pelatih Salahudin.

Bila melihat performa, memang keempat pemain putra daerah yang sudah dipertahankan tentu punya peran masing-masing dan memiliki kualitas di atas rata-rata. Di sisi lain memiliki pengalaman main di sepakbola Indonesia. Nah, melihat pemain yang sudah direkrut manajemen sebelumnya seperti Awal Ramadhan, M Yunus, Ilhamsyah hingga tiga pemain magang seperti Hadad Ali, Fahri dan Said Puasa dengan minim

pengalaman, tentu butuh waktu untuk menggenjot mereka.  ”Mengambil pemain yang benar-benar punya kontribusi. Karena targetnya naik kasta. Lagian waktu juga mepet, butuh waktu lagi kalau harus memberikan latihan tambahan,” jelasnya.

Pun begitu, masukknya pemain tambahan di luar 15 pemain yang dipertahankan, pria kelahiran Palembang tersebut memastikan tidak memberikan garansi kepada pemain baru untuk masuk skuat. Tentu semua harus melalui tahap seleksi. ”Siapapun pemain baru yang datang harus melalui tahap seleksi,” akunya.

Sementara itu, langkah membatasi pemain putra daerah, menurut suporter Persiba Dwi Saputra dirasa sudah tepat. Sebab untuk jaminan naik kasta memang dibutuhkan pemain berkualitas. Terlebih persaingan musim ini jauh lebih berat dibanding sebelumnya. Tercatat beberapa kontestan Liga 2 juga gerak cepat cari pemain. Salah satunya dilakukan PSIM Jogjakarta dengan merekrut pemain bintang.

”Fokus naik kasta dulu. Kalau sudah Liga 1, pasti pembinaan berjalan lagi. Karena ada kompetisi untuk U-16 dan U-19. Jadi jangan khawatir untuk pemain muda di Balikpapan,” punykas Dwi Saputra. (ham/san)

Editor : adminbp-Admin Balpos