BANJARMASIN – Kualitas dan kuantitas para pelatih fisik harus selalu ditingkatkan. Ini penting demi mencetak para atlet andal dengan kondisi fisik yang prima. Supaya para atlet mampu bertanding secara maksimal kapanpun diperlukan.
Hal inilah yang mendorong Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Islam Kalimantan (JPOK Uniska) Banjarmasin mengadakan pelatihan pelatih fisik level I nasional untuk semua cabang olahraga (cabor) di Banjarbaru, 2-4 Oktober. Tak tanggung-tanggung, JPOK Uniska Banjarmasin menghadirkan narasumber pakar pelatih fisik nasional.
Ada Devi Tirtawirya, dosen pembina fisik Universitas Negeri Yogyakarta. Ria Lumintuarso, dosen olahraga Pascasarjana UNY. Dua pakar lagi adalah dosen JPOK Universitas Lambung Mangkurat (ULM), yakni Tri Irianto dan AR Shadikin. Keduanya merupakan tim sport science KONI Kalsel.
Ada 90 pelatih fisik se-Kalsel yang mengikuti pelatihan tersebut. Materi teori akan disampaikan di Moonlight Hotel Banjarbaru. Untuk materi praktik, dilaksanakan di GOR Rudy Resnawan. “Paling penting, kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan ketat untuk menghindari penyebaran virus Covid-19,” ungkap Ketua JPOK Uniska Banjarmasin yang juga ketua panitia, Hegen Dadang Prayoga di GOR Rudy Resnawan, Banjarbaru, Jumat (2/10)
Pelatihan ini didukung penuh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel. Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel, M Fitri Hernadi meminta agar para peserta pelatihan memaksimalkan kegiatan ini. “Timba ilmu kepelatihan fisik sebanyak-banyaknya kepada para pakar yang dihadirkan. Pelatih fisik yang berkualitas, akan membuahkan atlet yang berkualitas pula. Semoga lewat pelatihan ini akan turut mendongkrak prestasi para atlet Banua,” ujarnya.
Salah satu peserta, Arbain senang bisa diikutsertakan dalam kegiatan ini. Sebagai pelatih, tentunya harus banyak belajar. “Apalagi, peranan pelatih fisik sangat menentukan dalam membentuk stamina para atlet,” tuntasnya.(oza/dye/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin