BANJARMASIN – Ada yang beda pada Kejurprov Atletik Kalsel 2020. Tahun ini, digelar tanpa penonton. Bahkan, tanpa ada seremoni pembukaan, penutupan, dan pengalungan medali. Ini demi menghindari paparan virus Covid-19. PASI Kalsel tak mau ajang ini jadi cluster corona.
Ketua Umum PASI Kalsel, Sarmidi menjelaskan pihaknya berupaya agar Kejurprov Atletik Kalsel 2020 tetap terlaksana di tengah pandemi Covid-19. “Caranya, tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan disiplin. Semua atlet, pelatih, pendamping, serta panitia pelaksana wajib steril dan dalam kondisi sehat,” sebut Sarmidi. Kejurprov telah digelar dua hari di Banjarbaru hingga Minggu (6/12).
Ada 235 atlet dari seluruh kabupaten/kota yang bertanding. “Hanya Kotabaru yang absen dengan alasan persiapan kurang matang,” ungkapnya.
Nomor pertandingan yang digelar cukup banyak. Mulai dari kategori lari, lempar, lompat, dan tolak. Sarmidi menceritakan dalam kejurprov kali ini juga digelar lomba lari marathon. Lomba tersebut dapat diikuti peserta kategori usia 18-35 tahun. “Kategori 35 tahun ke atas bisa ikutan half marathon.
Sementara untuk kategori usia di bawah 18 tahun bisa berpartisipasi di lomba lari di bawah 1.500 meter,” tambahnya.
Agenda kejurprov juga dirangkai dengan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) PASI Kalsel 2020. “Banyak yang didiskusikan. Mulai dari pembinaan atlet muda, hingga persiapan menuju PON XX 2021 Papua,” terangnya.(oza/dye/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin