TENGGARONG–Berkaca dari hasil leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia menjamu Perseru Serui, Senin (4/2), lini pertahanan Mitra Kukar masih rapuh. Empat gol dari Cendrawasih Jingga menjadi bukti bahwa Naga Mekes harus cermat memilih pemain berposisi bek.
Di lini tengah, duet Dedi Gusmawan dengan Saepulloh Maulana tak bekerja seirama. Saepulloh banyak melakukan kesalahan fatal yang berakibat lahirnya gol tim tamu. Situasi makin parah setelah Dedi Gusmawan cedera. Berduet dengan Rendi Siregar, jantung pertahanan Naga Mekes keropos.
Tak hanya sektor palang pintu yang rawan. Di posisi bek kiri dan kanan juga tidak maksimal. Rizky Ramadhan kerap kewalahan menghadapi pemain lawan yang memiliki kecepatan mumpuni. Pun demikian dengan Andre Agustiar yang kerap melakukan overlap dan lambat kembali ke tempat.
Namun, untuk level turnamen hal itu masih bisa dimaklumi. Justru dari pertandingan tersebut, manajemen Mitra Kukar bisa melihat sejauh mana kekuatan yang dimiliki saat ini. Sehingga, lini yang masih rawan bisa langsung diperbaiki.
“Setidaknya ada sisi positif dari kekalahan lawan Serui, yaitu membuka mata manajemen agar merekrut pemain berkualitas. Terutama mereka yang berposisi bek,” papar Febri Handika Putra, penonton yang hadir saat pertandingan Senin (4/2).
Untuk bertarung di Liga 2 yang terkenal dengan permainan cepat, Mitra Kukar membutuhkan bek muda dengan kualitas mumpuni. Dengan demikian pemain muda tersebut akan mendampingi Dedi Gusmawan yang sudah masuk kategori senior. “Dedi pemain bagus, dia lugas tanpa kompromi. Tapi dia perlu tandem yang gesit di posisi stopper,” imbuh Febri. (don2/k8)
Editor : octa-Octa