BALIKPAPAN – Bola tangan akhirnya dipastikan jadi salah satu cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan pada perhelatan PON XX 2020 di Papua.
Kepastian dipertandingkannya cabor bola tangan mendapat respons positif dari Pengurus Provinsi Asosiasi Bola Tangan Indonesia (Pengprov ABTI) Kaltim.
“Tentu kami ikut gembira. Sebab, selama ini Kaltim jadi salah satu kekuatan bola tangan di Indonesia selain DKI Jakarta dan Jawa Barat serta Jawa Tengah,” ujar Ketua Pengprov ABTI Kaltim, Suryadi Gunawan, Kamis (4/4).
Menyongsong PON XX 2020 Papua, Suryadi menyebut, agenda terdekat adalah Pra-PON yang bakal berlangsung di DKI Jakarta. ABTI Kaltim, disebut dia juga tengah bersiap.
Selain sudah memantau sejumlah atlet yang berlaga pada porprov tahun lalu, Suryadi menambahkan, akhir April akan dilangsungkan Kejurprov Bola Tangan.
“Kejurprov juga jadi salah satu ajang seleksi atlet untuk pelaksanaan Pra-PON. ABTI Kaltim akan membawa 14 atlet putra dan 14 atlet putri menghadapi Pra-PON nanti,” kata Suryadi.
Jika melihat peta persaingan, Suryadi mengaku, DKI Jakarta, Jabar dan Jateng bakal jadi pesaing utama Kaltim merebut emas Pra-PON juga PON Papua nanti. Berkaca dari hasil ekshibisi bola tangan pada PON XIX 2016 di Jawa Barat.
Kala itu, tim putra dan putri Kaltim harus puas menggondol perak, sementara emas putra diraih DKI Jabar dan putri diraih Jabar. “Pra-PON nanti kami targetkan bisa memutus dominasi dua provinsi itu,” imbuh Suryadi.
Sekretaris Pengkot ABTI Balikpapan, Dwi Chandra Hariwibowo menargetkan, minimal mampu mengulang hasil porprov akhir tahun lalu. Di mana tim putra mampu menembus semifinal, sementara tim putri bisa melaju sampai final. (*/hul/is)
Editor : octa-Octa