MILAN- Atalanta yang ada di posisi kelima klasemen memang tertinggal cukup dari Inter Milan sebagai capolista (34-45). Tetapi, prestasi tim asuhan Gian Piero Gasperini itu musim ini tetap dinilai lebih tinggi daripada Inter. Ya, La Dea--julukan Atalanta--masih punya progres di Liga Champions dengan lolos ke 16 besar. Sedangkan Inter gagal di fase grup dan harus puas “terdegradasi” ke 32 besar Liga Europa.
Tetapi, jika tolok ukurnya di Serie A, kedua tim punya status mirip dengan baru sekali kalah melawan tim penghuni lima besar. Yakni, dari Juventus. Inter lebih dulu merasakannya saat kalah 1-2 pada giornata ketujuh (7/10/2019). Sebulan berselang, Atalanta kalah 1-3 (23/11/2019) pada giornata ke-13. Laga melawan dua klub ibu kota, Lazio dan AS Roma juga setali tiga uang. Yakni, sama-sama mencatatkan sekali menang dan sekali seri.
Kedua tim juga sama-sama mengusung skema tre difensori. Artinya, bentrok keduanya dini hari nanti pada giornata ke-19 (siaran langsung RCTI/beIN Sports 1 pukul 02.45 WIB) menjadi penentu siapa Nerazzurri terbaik pada paro pertama ketika bersua sesama tim di lima besar.
Dua tim juga selalu menang dalam dua giornata terakhir. Tetapi, sorotan ada pada Atalanta. Bagaimana tidak. La Dea--julukan Atalanta--membukukan dua kemenangan dengan clean sheet yang diiringi surplus 10 gol. Itu terjadi saat back to back menang masing-masing lima gol tanpa balas melawan AC Milan (22/12/2019) dan Parma (6/1).
Seperti dilansir La Gazzetta dello Sport, allenatore Atalanta Gian Piero Gasperini merendah bahwa laga nanti berbeda kepentingan. Inter yang memimpin klasemen mengejar scudetto. Sedangkan timnya berburu empat besar untuk kembali ke Liga Champions musim depan.
“Kami berada 11 poin di belakang mereka (Inter, Red). Misi kami saat ini adalah menyelesaikan paro pertama dengan positif. Selain itu, juga penting bagi kredibilitas kami untuk memahami seberapa dekat kualitas kami dengan tim-tim yang ada di atas kami,’’ ucap pelatih 61 tahun itu.
Pernyataan pelatih Inter pada 2011 itu memang tersaji di klasemen. Selain sebagai capolista, Samir Handanovic dkk juga berpredikat tim dengan pertahanan paling tangguh dengan baru kebobolan 15 gol. Itu belum termasuk Laukaku (julukan duet Lautaro Martinez-Romelu Lukaku) yang sudah melesakkan 23 gol di Serie A.
Tetapi, Papu Gomez dkk tak sepenuhnya inferior dari Inter. Sebab, lini depan Atalanta tercatat sebagai yang paling subur di Serie A saat ini dengan membukukan 48 gol.
Hal itu diakui allenatore Inter Antonio Conte. Pelatih berjuluk The Godfather itu mengatakan bahwa Atalanta merupakan tim paling on fire di Italia saat ini. Dan, bersua Atalanta yang sedang hot jadi tolok ukur sempurna bagi timnya untuk menakar kelayakan berbicara scudetto.
“Untuk menang, Anda memang harus mencetak gol. Tetapi keseimbangan permainan (dengan pertahanan bagus, Red) juga krusial. Tidak masuk akal jika mampu mencetak banyak gol kemudian juga kebobolan banyak gol,’’ ujar eks pelatih Juve, Chelsea, dan timnas Italia itu. (io)
Editor : izak-Indra Zakaria