Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Liga-Liga Mulai Gila

izak-Indra Zakaria • Kamis, 19 Maret 2020 - 17:42 WIB
Liverpool yang hanya menyisakan beberapa pertandingan untuk menjadi juara.
Liverpool yang hanya menyisakan beberapa pertandingan untuk menjadi juara.

LONDON– UEFA sudah menetapkan 30 Juni sebagai tanggal berakhirnya liga-liga domestik di Eropa. Padahal sampai saat ini rata-rata belum ada kepastian liga-liga tersebut akan kembali digulirkan setelah diberhentikan karena pandemik virus korona melanda di Benua Biru sebulan terakhir.

''Ide yang gila bisa terjadi di Premier League,'' tulis laman The Sun, dalam artikel tentang spekulasi penjadwalan 92 laga sisa Premier League musim ini. Ide gila apa itu? Diyakini, untuk mengejar tenggat waktu 30 Juni itu plus untuk mengamankankan pembagian hak siar TV, maka 3 April mendatang liga utama Inggris diharapkan bisa kembali dimulai.

Premier League disebut-sebut telah menyiapkan proposal 92 laga digelar tanpa penonton tetapi disiarkan secara langsung di televisi. Selain itu, laga-laga Premier League nanti pun tidak akan dimainkan di 20 stadion klub-klub kontestannya. Melainkan digelar di tempat netral, yang akan menggunakan stadion di kawasan Midlands.

Di kawasan situ ada King Power (Leicester), Villa Park, St Andrew's (Birmingham), The Hawtorns (West Bromwich), Molineux (Wolverhampton), plus City Ground (Nottinghamshire). ''Gilanya, setiap klub akan menjalani laga dalam kurun waktu tiga hari sekali,'' tambah The Sun. Federasi Sepak Bola Inggris (FA) masih mencari solusi.

CEO FA Mark Bullingham menyebut, FA sudah banyak melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Inggris dan jajaran terkait lainnya di Premier League tentang kelanjutan liga musim ini. ''Karena kami tak mau ada yang merasa dirugikan,'' sebut Bullingham seperti dilansir laman The Guardian.

Kegilaan pun terjadi di Serie A. Maklum, kompetisi tertinggi di Italia tersebut masih jadi yang terbanyak sisa laganya musim ini, 124 laga. Dengan kompetisi yang kecil peluangnya bisa digelar lagi bulan depan, maka dalam kurun waktu delapan pekan selama Mei dan Juni, Serie A harus memutar 12 giornata tersisa plus empat laga tunda giornata 25.

Calciomercato menyebut ada konsekuensi jika Serie A tetap “dipaksakan” tuntas saat 30 Juni. Jika tidak memakai format playoff dan playout usulan Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Gabriele Gravina, maka Serie A bisa tuntas pada medio Juli. ''Bukan lagi bermain sekali dalam tiga hari, bahkan bisa sekali dalam dua hari,'' sebut Calciomercato. Gila bukan?

Football Italia juga punya hipotesis soal kapan Serie A bisa dimulai jika mengejar target 30 Juni. Pertama, dimulai 2 Mei dan diakhiri 28 Juni. Kedua, diawali 9 Mei dan disudahi 5 Juli. Ketiga, kick off 16 Mei dan berakhir pada 12 Juli, lebih jauh lagi. Wakil Presiden FIGC Cosimo Sibilia bahkan tak yakin jika opsi pertama bisa berjalan.

''Kami harus melakukan hal yang mustahil untuk menyudahi musim ini,'' ungkap Sibilia, dalam wawancaranya dengan Il Mattino. Sampai saat ini aktivitas sepakbola Italia masih belum vakum sampai 28 Maret mendatang.

''Secara umum jika kami berhasil menyudahi musim ini di tanggal 30 Juni maka itu akan jadi keajaiban. Sebab itu artinya kami dapat lepas dari mimpi buruk lebih awal,'' tutur pria yang belum genap mendampingi Gravina itu. ''Yang terpenting, faktor kesehatan harus tetap menjadi prioritas dan di atas segalanya,'' sambungnya.

Sama-sama “berhutang” lebih dari 100 laga, Ligue 1 juga akan memakai sistem bermain sekali dalam tiga hari. Ligue masih menyisakan 101 laga dari 28 journee plus laga tunda antara Paris Saint-Germain melawan RC Strasbourg). ''Paling cepat diakhiri pada 27 Juni,'' sebut RMC Sport.

Di sisi lain, Bundesliga yang hanya menyisakan sembilan spieltag relatih lebih gampang dalam menentukan kick off-nya. Dilansir Kicker, DFL bisa memulai spieltag 26 pada 2 Mei dan menyudahinya pada 20 Juni. Atau sepuluh hari lebih cepat dari target UEFA. (ren)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Bola Eropa