FIRENZE- Perlahan tapi pasti, awan hitam bernama pandemi Covid-19 yang menggelayut di langit sepak bola mulai tersingkap. Itu setelah makin banyaknya pesepak bola yang 100 persen sembuh setelah sebelumnya dilaporkan terjangkit Covid-19. Tren itu dipelopori oleh pelatih Arsenal Mikel Arteta dan wide attacker Chelsea Callum Hudson-Odoi yang pulih akhir bulan lalu.
Yang terbaru adalah tiga penggawa Fiorentina. Yakni kapten sekaligus bek tengah German Pezzella serta dua striker Patrick Cutrone dan Dusan Vlahovic. Ketiganya dimumkan situs resmi La Viola—julukan Fiorentina—telah sembuh dari Covid-19 pada Minggu (5/4) waktu setempat setelah sebelumnya menjalani tes yang hasilnya negatif.
Itu hanya berselisih sehari dari diumumkannya gelandang muda AC Milan Daniel Maldini yang juga sembuh. Sebelumnya, Maldini dilaporkan positif Covid-19 bersama dengan sang ayah yang sekarang jadi direktur olahraga, Paolo Maldini. Striker Sampdoria Manolo Gabbiadini jadi pemain Serie A yang pertama dinyatakan sembuh pada 30 Maret setelah pada 12 Maret dilaporkan positif.
Kabar tersebut sedikit melegakan Serie A yang menjadi kompetisi dengan nominal terbanyak pemain yang positif Covid-19. Setidaknya, ada 13 kasus yang dibagi ke Juventus, Fiorentina, Sampdoria, dan Hellas Verona. Meski, ada beberapa klub yang enggan mengkonfirmasinya lebih lanjut.
Dalam waktu dekat, pemain-pemain seperti dua penggawa Juve bek tengah Daniele Rugani dan gelandang Blaise Matuidi diprediksi bakal mengikuti jejak mereka yang telah pulih. Khusus untuk Rugani, dia sebenarnya sudah menjalani pemulihan sejak 12 Maret atau sama seperti Gabbiadini. Tetapi, progres penyembuhan yang berbeda pada masing-masing orang membuat bek Italia itu harus menunggu lebih lama untuk benar-benar terbebas dari virus korona.
’’Masih ada gejala ringan (dari Covid-19, Red). Tunggu kabar beberapa hari lagi (untuk kepastian Rugani, Red),’’ ucap istri Rugani, Michela Persico, yang juga positif Covid-19 saat berbicara kepada Live – Non è la D'Urso.
Sebelum Fiorentina, Valencia pada pekan lalu juga melaporkan bahwa 10 personel klub yang sudah sembuh dari Covid-19. Meski tidak dijelaskan secara rinci, 3 dari 10 orang tersebut diyakini adalah dua bek tengah Eliaquim Mangala dan Ezequiel Garay serta bek kiri Jose Gaya.
Ketiganya termasuk 10 personel Los Che—julukan Valencia—yang positif terjangkit Covid-19 pada pertengahan bulan lalu. Saat itu, Valencia mengumumkan bahwa ada 35 persen personel klub yang positif Covid-19. Nah, dari 10 personel yang sudah pulih dengan 3 di antaranya adalah pemain, maka 7 lainnya adalah staf klub dan pelatih.
Hal itu membuat Valencia menjadi tim La Liga pertama yang mengumumkan progres positif terkait penggawanya yang positif Covid-19. Di La Liga, tidak banyak tim yang memiliki kasus positif Covid-19. Selain Valencia, ada Alaves yang sebelumnya mengumumkan bahwa ada 15 kasus positif yang meliputi 3 pemain tim utama, 7 staf pelatih, dan 5 sisanya adalah karyawan klub.
Nah, seiring dengan banyaknya kasus Covid-19, membuat CONI (Komite Olimpiade Italia) mengharuskan bahwa semua pemain yang sempat positif harus menjalani tes kesehatan secara menyeluruh saat kompetisi kembali dimulai dengan perkiraan dihelat akhir bulan depan. Itu bertujuan untuk memberi gambaran kepada pemain bersangkutan mengenai kondisi mereka sebelum dan sesudah terjangkit Covid-19. Termasuk kemungkinan penurunan kondisi fisik yang bisa saja tidak bisa kembali prima 100 persen seperti sebelum terpapar virus korona. Langkah tersebut sangat mungkin bakal diikuti oleh semua Negara, terutama di lima liga elite Eropa.
’’Virus korona bisa mempengaruhi segala sesuatu pada fisik mulai dari aktivitas jantung hingga pernapasan yang memang saling melengkapi dan mendasar. Sebab, bermain tanpa penonton saja tidak akan cukup karena masih ada kontak antarpemain,’’ ucap direktur medis CONI Antonio Spataro kepada La Gazzetta dello Sport. (io)
Editor : izak-Indra Zakaria