Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Lebih Kejam dari Neuer dan Goretzka

izak-Indra Zakaria • 2020-04-20 11:21:16
Alexander Neubel
Alexander Neubel

MENGENAKAN jersey Bayern Muenchen dan main bareng atau bahkan jadi kompetitor sang idola, Manuel Neuer, bagi Alexander Neubel mahal harganya. Berkebalikan dengan transfernya dari Schalke 04 ke Bayern yang berstatus gratisan. Begitu pula dengan gaji yang bakal dia terima di Saebener Strasse, kamp latihan Bayern.

Ketika meneken kontrak berdurasi lima musim pada 4 Januari lalu, Neubel disebut sudah sepakat dengan gajinya sebesar EUR 5,5 juta (Rp 92,6 miliar) per musim. Di Bayern musim ini, jumlah itu masih termasuk dalam sepuluh besar pemain bergaji terendah. Padahal, Nuebel sudah melakukan banyak hal yang mahal harganya agar bisa menjadi “Manuel”.

Ya, Manuel adalah julukan yang didapat Nuebel selama di Geschaeftsstelle, kamp latihan Schalke. Julukan itu karena kelebihannya dianggap sama seperti Neuer. Baik dari sisi leadership-nya, atau tipikal Nuebel yang dapat menjadi “sweeper-keeper” layaknya Neuer. Dicopotnya ban kapten dari lengannya sudah jadi salah satu konsekuensi mahal Neubel.

Kiper 23 tahun itu sudah bukan lagi kapten Die Koenigsblauen, julukan Schalke, mulai di Spieltag 20 Bundesliga melawan Hertha BSC di Olympiastadion, Berlin (31/1). Saat dia sepakat dengan Bayern, dia sedang menjalani larangan bermain empat laga karena kartu merahnya dalam Spieltag 15 kontra Eintracht Frankfurt, 15 Desember 2019. Itu kali terakhir dia jadi mengapteni Schalke.

Gantinya, der trainer David Wagner pun menunjuk gelandang Omar Mascarell untuk jadi kapten. “Sanksi” itu lebih besar ketimbang siulan dan hinaan yang sudah didapatkan Neubel dari fans Schalke. ’’Oke, itu memang ciri khas Schalke (menghina pemainnya yang hengkang ke klub lain, terutama Bayern). Tapi, apa yang mereka lakukan pada Nuebel keterlaluan,’’ kritik Roman Neustaedter, mantan gelandang bertahan Schalke empat musim silam, kepada Spox.

’’Anda tak bisa menyalahkan dia (Nuebel). Semua orang berhak mengambil keuntungan dari kesempatan seperti ini (direkrut klub besar). Lagipula, ini juga bukan kali pertama ada sosok pemain penting Schalke yang ditransfer secara gratis,’’ sambung pemain yang kini merumput di Dynamo Moscow itu.

Di Bayern, ada Neuer dan Leon Goretzka yang pernah jadi idola di Gelsenkirchen. Kedua pemain itu juga sama dengan Nuebel, pergi dari Schalke di tengah musim dan berstatus gratisan. Namun, “sanksi” yang didapat Neuer dan Goretzka hanya sebatas kecaman dari fans dan orang-orang petinggi klub. Seperti Neuer saat merayakan sukses Schalke memenangi DFB-Pokal 2011. Di tengah-tengah perayaan di Gelsenkirchen, dia ditampar salah seorang fans Schalke.

Pengorbanan mahal Nuebel lainnya adalah kansnya membela timnas Jerman. Nuebel saat ini masih tercatat sebagai kiper timnas U-21 Die Mannschaft, julukan timnas Jerman. Nah, pada saat dia memutuskan membela Bayern, banyak yang pesimistis Neubel akan mendapatkan menit bermain yang banyak.

Sebaliknya, dengan ke Bayern, dia harus siap jadi ban serep Neuer. Atau bahkan menjadi kiper ketiga setelah Neuer dan Sven Ulreich. Tactician timnas Jerman Joachim Loew adalah satu dari beberapa orang yang mengkhawatirkannya. Meski, dalam kontraknya diklaim Nuebel bakal diberi kesempatan main starter dalam 10 sampai 15 laga tim utama Bayern.

’’Pada dasarnya, aku percaya dengan pemain muda, sejauh berapa banyak dia main, dan seperti apa perkembangannya. Apabila ada pemain muda yang duduk di bench selama dua atau tiga musim, aku tak tahu apakah dia berguna atau tidak (di timnas Jerman),’’ keluh Loew kepada Sport 1. Di timnas Jerman U-21, Nuebel masih jadi kiper nomor dua setelah Markus Schubert. Lucunya Schubi, sapaan akrab Schubert, juga bermain di Schalke sebagai pelapis Nuebel. (ren)

 

+++

Editor : izak-Indra Zakaria
#Bola Eropa