Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Jalan Panjang Lukaku-Rossoneri

izak-Indra Zakaria • 2020-10-03 11:32:25
Romelu Lukaku
Romelu Lukaku

NYON– Romelu Lukaku sudah menuai hasil pertama dari keputusan meninggalkan Manchester United dan bergabung ke Inter Milan, musim panas 2019. Meski dia belum berhasil mengenggam satu pun trofi untuk Nerazzurri, julukan Inter, setidaknya dia sudah mendapatkan pengakuan sebagai yang terbaik.

Sebelum drawing fase grup Liga Europa di Nyon, Swiss kemarin WIB (2/10), UEFA pun menetapkan Lukaku sebagai Pemain Terbaik Liga Europa musim lalu. Rom, panggilan akrabnya, menyisihkan playmaker United Bruno Fernandes yang menjadi top scorer dan Ever Banega yang membawa Sevilla jadi kampiun ajang tersebut.

Lukaku hanya bermodalkan tujuh gol yang salah satunya tercipta dari titik putih saat final di RheinEnergieStadion, Koeln, 22 Agustus lalu. ’’Peran signifikannya bagi Inter setelah terakhir terjadi ketika era Ronaldo musim 1997 – 1998,’’ sebut UEFA dalam pernyataan resminya terkait terpilihnya Lukaku.

Striker timnas Belgia itu mengikuti rekan sekompatriotnya, Eden Hazard, yang di musim lalu jadi pemenang award tersebut. ’’Setiap hari saya pergi berlatih. Menjalaninya dengan penuh senyuman, dan itu karena ada orang-orang yang membantu saya bekerja keras,’’ ungkap Lukaku dalam telekonferensi, dilansir laman resmi klub.

Tujuh golnya di ajang Eropa, sembilan dengan fase grup Liga Champions, sudah menjadi capaian terbanyak Lukaku sepanjang karirnya. Satu gol lebih banyak dari koleksi golnya dengan Everton dalam Liga Europa 2014 – 2015. ’’Saya berharap, musim ini kami masih bisa membagi kebahagiaan bersama tim dan fans,’’ sambungnya.

Perjalanan Lukaku mencapai award personal tertingginya di Eropa itu sama jauh dengan upaya AC Milan kembali merasakan atmosfer Eropa setelah absen musim lalu. Sepanjang histori klub dengan 14 trofi Eropa (7 European Cup/Liga Champions, 2 Cup Winners’ Cup, lima Piala Super Eropa) itu, baru musim ini melangkah ke fase grup Liga Europa setelah melalui tiga tahap kualifikasi.

Dan, pada playoff kemarin WIB pun Gianluigi Donnarumma dkk harus menuntaskan adu penalti sampai 24 kali sebelum memenangi duel melawan klub Primeira Liga Portugal Rio Ave di Estadio do Rio Ave, Vila do Conde, dengan skor 9-8 setelah bermain seri 2-2 sampai di babak extra time.

Bukan hanya jalannya menuntaskan laga yang panjang. Begitu pula jalan skuad besutan Stefano Pioli tersebut kembali ke Milan. Laporan Milan TV menyebut, skuad Milan harus tetap berada di Portugal karena bandara setempat ditutup gara-gara badai. Alhasil, keberangkatan Milan harus diundur jadi Jumat pagi waktu setempat.

Laporan Goal menyebut, Milan bahkan harus dadakan mencari penginapan baru tengah malam karena awalnya mereka dijadwalkan langsung ke bandara setelah laga selesai. ’’Anda tak bisa menikmati kemenangan tanpa harus merasakan menderita terlebih dahulu,’’ sebut Pioli yang juga merasakan ajang Eropa pertamanya itu, dilansir laman Football Italia. (ren)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Bola Eropa