Juventus berusaha menjaga asa scudetto tetap hidup saat menyambut Lazio di Allianz Stadium dini hari nanti.
TURIN–Terpaut 10 poin dengan Inter Milan yang memuncaki klasemen sementara, membuat perjuangan Bianconeri untuk mengklaim gelar Serie A kesepuluh berturut-turut cukup berat. Apalagi pekan depan (10/3), mereka menghadapi FC Porto dalam leg kedua babak 16 besar Liga Champions dengan agregat tertinggal 1-2.
Tekanan jelas ada pada allenatore Juventus Andrea Pirlo Juventus. Karena selain scudetto, kesuksesan di Liga Champions merupakan prioritas mereka dalam kompetisi elite Eropa yang terakhir mereka menangi 25 tahun lalu.
Tapi kendalanya, mereka menghadapi krisis pemain lantaran badai cedera sekaligus pemain yang terkena infeksi Covid-19. “Kami tentu berharap para pemain yang cedera segera pulih, tapi tidak ada yang pasti saat ini,” kata Pirlo.
Beberapa pemain yang absen adalah Paulo Dybala lantaran cedera. Begitu juga dengan Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, Juan Cuadrado, dan Arthur yang absen minggu ini. Sementara Matthijs de Ligt menepi sebelum kemenangan Juventus atas Spezia.
Pirlo juga akan tanpa bek kiri Gianluca Frabotta lantaran harus menjalani larangan satu pertandingan. Selanjutnya, gelandang Rodrigo Bentancur dinyatakan positif Covid-19 sehingga harus menjalani isolasi. Meski tidak dilaporkan memiliki gejala, Bentancur diperkirakan akan absen 3 sampai 4 laga ke depan.
Pilihan lini tengah Juventus kini menyisakan Weston McKennie, Adrien Rabiot, dan Aaron Ramsey. Tetapi Pirlo menginginkan lini tengah yang seimbang. Dia pun memikirkan untuk menggunakan jasa gelandang Nicolo Fagioli yang berusia 20 tahun saat melawan Lazio.
Gelandang Italia ini telah mencatatkan 13 penampilan untuk skuat U-23 dengan total 890 menit. Dia sudah mencetak satu gol dan satu assist. Sementara di skuat utama, Fagioli baru tampil dua kali, termasuk menjadi starter melawan SPAL di perempat final Coppa Italia.
Juventus sendiri telah memenangi enam pertandingan kandang terakhir mereka di Serie A, serta menjaga clean sheet di empat pertandingan terakhir mereka. Namun Lazio, yang menahan Juve 1-1 pada pertemuan pertama musim ini (8/11), akan lebih segar setelah pertandingan sebelumnya melawan Torino ditunda.
Rival sekota Juventus itu gagal melakukan perjalanan ke Roma karena merebaknya kasus Covid-19 di klub tersebut. Mereka pun berupaya untuk dapat finis di zona empat besar klasemen Serie A.
“Lazio datang dari periode yang negatif dan ingin menebus kesalahan mereka sendiri. Lazio selalu menjadikan fase pertahanan sebagai senjata terbaik mereka dan selalu dapat mengambil sedikit gol,” ungkap mantan kapten Lazio, Luciano Zauri. (tom2/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria