Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Granit Xhaka Menolak Jadi Algojo, Ternyata Trauma Insiden Saint-Etienne

izak-Indra Zakaria • Kamis, 1 Juli 2021 - 17:14 WIB
Granit Xhaka
Granit Xhaka

KAPTEN sekaligus gelandang bertahan Swiss Granit Xhaka terlihat paling bersemangat saat brifing tim sebelum adu penalti melawan Prancis (29/6). Bahkan, Xhaka terlihat memberikan arahan kepada beberapa rekan setimnya. Tapi, di antara lima algojo penalti Swiss, pemain Arsenal itu malah tidak ada.

Yang jadi penendang La Nati antara lain striker Mario Gavranovic, bek tengah Fabian Schaer, bek tengah Manuel Akanji, winger Ruben Vargas, dan second striker Admir Mehmedi.

Lalu, ke mana Xhaka? Ternyata, pemain berusia 28 tahun tersebut keder untuk jadi eksekutor penalti. Setidaknya, seperti laporan SRF, Xhaka meminta untuk tidak masuk dalam lima penendang pertama. ”Perasaan saya sebelum adu penalti sudah tidak enak,’’ ungkap Xhaka kepada SRF.

Xhaka menambahkan, dia masih terbayang-bayang dengan pengalaman sial ketika didapuk jadi algojo penalti di Euro 2016. Dalam babak yang sama lima tahun lalu, Swiss disingkirkan oleh Polandia melalui babak adu penalti (5-6).

Xhakaboom –julukan Xhaka – yang maju jadi algojo kedua Swiss gagal menjalankan tugas. Tembakannya melenceng dari gawang kiper Polandia Lukasz Fabianski. Dia pun satu-satunya yang gagal jadi algojo penalti. ”Makanya, saya trauma dengan kejadian itu,’’ sambung Xhaka tentang memori di Stade Geoffroy-Guichard, Saint-Etienne, pada 25 Juni 2016 tersebut.

Pilihan Xhaka untuk menarik diri dari algojo penalti pun berbuah manis karena lima rekannya yang jadi algojo penalti sukses menjalankan tugasnya.

Sayang bagi Xhaka, dia harus absen membela Swiss saat berjumpa Spanyol di perempat final pada Jumat nanti (2/7). Itu setelah pemilik 98 caps tersebut kena akumulasi kartu. (ren/dns)

Editor : izak-Indra Zakaria