DENVER – Nikola Jokic pada 2014 silam sama sekali bukan pemain istimewa. Saat itu dalam NBA draft dia hanya terpilih di urutan ke-41. Center asal Serbia tersebut dicap sebagai pemain lambat. Sama sekali tidak dilirik tim-tim besar NBA.
Hal yang sama dialami Jimmy Butler. Dalam NBA Draft 2011 dia bukan pemain yang menjadi rebutan tim-tim NBA. Small forward kelahiran 14 September 1989 itu hanya terpilih di urutan ke-30 oleh Chicago Bulls.
Waktu dan kerja keraslah yang akhirnya membuktikan semuanya. Dua pemain itu kini akan memimpin tim masing-masing dalam bentrok partai puncak NBA 2023. Jokic bersama Nuggets bakal duel kontra Butler dan Miami Heat. Game pertama berlangsung pagi ini (2/6) di Ball Arena.
Sembilan tahun sejak bergabung di NBA, Jokic sudah menjelma sebagai pemain paling menakutkan di liga. Dua trofi MVP NBA sudah dia gondol pada 2021 dan 2022.
Kini dia ingin menggenapkannya dengan mempersembahkan trofi juara NBA perdana untuk Nuggets, tim yang rela menampungnya sembilan tahun lalu. ”Ini akan menjadi pertandingan terberat dalam hidup kami,” ucap Jokic dilansir ESPN.
Pemain setinggi 211 cm itu adalah jantung kekuatan Nuggets. Jokic menjadi leader dalam empat catatan statistik tim asuhan Michael Malone tersebut. Mulai dari poin (29,9 poin per game), rebound (13,3 rebound per game), assists (10,3 assists per game) hingga blok (0,9 block per game).
Jokic disebut center paling menakutkan di NBA saat ini. Para pengamat menyebutnya pemain dengan fundamental basket sempurna. Posturnya yang jangkung sama sekali tidak membuatnya lambat di bawah ring. Akurasi tembakannya juga ciamik.
”Kami akan butuh lima pemain untuk menghentikannya (Jokic),” ucap Butler. ”Dia seperti tidak memiliki kekurangan,” tambahnya.
Tapi di lain sisi, Nuggets juga sama sekali tidak meremehkan Heat. Tim asuhan Erik Spoelstra itu sudah membuktikan mental tangguh dalam perjalanan ke final ini. Hanya datang sebagai seeded delapan, Heat sukses mengempaskan tim-tim mengerikan macam Milwaukee Bucks (seeded 1), New York Knicks (seeded 5), hingga Boston Celtics (seeded 2).
Dan Butler adalah leader dari semua capaian Heat itu. Seperti Jokic di Nuggets, Butler pemimpin raihan poin Heat dengan 28,5 poin per game saat ini. Dia juga dominan di assists (5,7 assists per game) dan steal (2,1 steal per game) untuk Heat.
Dua bintang itu kini bentrok untuk berburu trofi Larry O’Brien pertama mereka sepanjang karier di NBA. Mari kita nikmati sama-sama. (irr/c6/dra)
grafis
Final NBA dalam Angka
1
Ini menjadi penampilan perdana Denver Nuggets di final NBA.
7
Ada tujuh pemain Miami Heat yang pernah tidak lolos draft NBA di skuad mereka saat ini. Itu tercatat sebagai jumlah terbanyak bagi skuad yang lolos final dalam sejarah NBA.
15
Dalam 15 laga playoff menuju final ini, Nuggets mencatatkan 119,7 poin per 100 posisi. Paling efisien dari seluruh tim yang tampil di playoff dalam enam musim terakhir.
35
Selama playoff ini, bintang Miami Heat Jimmy Butler sudah mengumpulkan 35 steal. Terbanyak di antara semua pemain lain di playoff ini.
Editor : izak-Indra Zakaria