Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Cabor Senam Usul Latihan di Luar Kaltim

Rendy Fauzan • 2024-04-27 10:10:00

MISI BESAR: Tim senam Kaltim berambisi kembali mempersembahkan medali emas untuk Kaltim di PON XXI/2024 Aceh-Sumut.
MISI BESAR: Tim senam Kaltim berambisi kembali mempersembahkan medali emas untuk Kaltim di PON XXI/2024 Aceh-Sumut.
 

Demi mewujudkan target medali emas di PON XXI/2024, cabor senam Kaltim memerlukan jam terbang sekaligus tempat latihan yang representatif.

 

SAMARINDA–Sejak Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau, senam selalu menyumbang medali emas untuk Kaltim. Capaian itu sempat terputus di PON XX/2021 Papua karena tak turut serta di sana. Nah, mereka bermaksud comeback ketika ambil bagian dalam tim Bumi Etam di PON XXI/2024 Aceh-Sumatra Utara.

Untuk memastikan persiapan berjalan optimal, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Senam Indonesia (Persani) Kaltim mengupayakan lokasi latihan yang representatif. Mereka pun berencana mengajukan agar atletnya bisa melanjutkan persiapan di luar daerah.

“Untuk yang kategori artistik, rencananya ke Surabaya. Sedangkan yang ritmik, ada dua opsi, antara Lampung atau DKI Jakarta,” jelas Ketua Pengprov Persani Kaltim Mursidi Muslim didampingi pelatih artistik Novi Kartiana Sari dan pelatih ritmik Radila Ayu.

Usulan tersebut bukan tanpa alasan. Mereka menilai fasilitas yang tersedia saat ini belum cukup menunjang kebutuhan latihan mereka dalam mewujudkan misi kembali menyumbang medali emas.

Untuk diketahui, lokasi latihan senam terpisah di dua tempat. Untuk kategori artistik yang diperkuat seorang atlet, disediakan tempat latihan di hall senam kompleks Stadion Utama Kaltim, Palaran, Samarinda. Adapun dua atlet kategori ritmik, saat ini berlatih di Graha Pemuda KNPI Kaltim, Jalan AW Syahrani, Samarinda.

Sayang, kondisi dua tempat tersebut tidak representatif. “Di Hall Palaran, pencahayaannya sangat minim. Kalau artistik itu ada gerakan salto yang membutuhkan ketelitian dalam gerakan, karenanya harus didukung pencahayaan yang baik. Kalau gelap, bahaya untuk atlet, karena rentan mengalami cedera,” imbuh Novi.

Sementara untuk senam ritmik, langit-langit Graha Pemuda KNPI Kaltim yang tidak cukup tinggi, menyulitkan atlet ketika hendak melakukan gerakan melempar properti latihan. “Mereka kan ada gerakan melempar hula hoop ke udara, sering terbentur langit-langit. Jadi, sulit,” timpal Radila.

Mengenai lokasi latihan artistik di Surabaya, sudah mereka coba sepanjang Ramadan yang lalu. “Alhamdulillah dari latihan di Surabaya, atlet menunjukkan banyak kemajuan,” tegas Mursidi. Dia mengatakan, atlet juga menjalankan latihan seperti yang sudah disusun dalam program peningkatan prestasi atlet.

Meski sempat absen dalam satu edisi PON, Mursidi meyakini Kaltim tetap akan bisa bicara banyak di PON 2024 nanti. Sebab, dari perkembangan yang mereka pantau saat ini, Kaltim masih menjadi salah satu yang terbaik dari persaingan di luar Pulau Jawa. (tom/k8)

RENDY FAUZAN

@emref__

Editor : Indra Zakaria