JAKARTA – Harapan para penggemar MMA untuk melihat kembali aksi juara dunia kelas berat UFC, Tom Aspinall, kini bergantung pada meja operasi. Tim dokter ahli dari Opterga yang menangani petarung asal Inggris tersebut dilaporkan tengah bekerja keras memulihkan kondisi kedua mata Aspinall pasca-operasi besar.
Langkah medis ini diambil menyusul cedera fatal yang dialami Aspinall dalam laga pertahanan gelar melawan Ciryl Gane pada Oktober 2025 lalu. Dalam pertarungan yang sangat dinantikan itu, nasib malang menimpa Aspinall setelah terkena insiden double eye poke atau tusukan dua jari secara bersamaan ke kedua matanya saat pertukaran serangan berlangsung.
"Mengikuti operasi pada kedua matanya, kami terus melanjutkan proses pemulihan untuk mengembalikan penglihatan Tom ke kondisi yang siap digunakan untuk bertarung," tulis pernyataan resmi tim medis Tom Aspinall melalui akun media sosial mereka, Rabu (11/2/2026).
Insiden tragis di dalam oktagon tersebut memaksa wasit menghentikan laga dan menyatakannya sebagai no-contest. Bagi Aspinall, ini merupakan hantaman berat. Pasalnya, ia baru saja menyandang status sebagai juara tak terbantahkan (undisputed champion) setelah sebelumnya penantian panjang melawan Jon Jones berakhir tanpa kepastian.
Kondisi gangguan penglihatan yang serius membuat petarung berusia 32 tahun itu belum bisa menetapkan jadwal pasti untuk kembali berlaga. Ia memerlukan izin medis total sebelum diperbolehkan kembali menjalani latihan intensif apalagi bertarung di level tertinggi.
Sementara itu, CEO UFC Dana White dikabarkan tetap berencana untuk menjadwalkan ulang laga rematch antara Aspinall dan Ciryl Gane. Namun, rencana tersebut masih tertahan di laci meja manajemen hingga ada lampu hijau dari tim dokter. Di sisi lain, Ciryl Gane sendiri memilih untuk tetap menunggu dan tidak mengambil laga lain demi menjaga peluangnya merebut sabuk emas kelas berat.
Kini, dunia UFC hanya bisa menunggu apakah penglihatan sang raksasa Inggris bisa kembali tajam seperti sediakala, ataukah cedera ini akan mengubah peta persaingan kelas berat selamanya. (*)
Editor : Indra Zakaria