Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Invasi Tiongkok ke Lintasan Jet Darat: BYD Intip Peluang F1, Siapkan Dana Triliunan untuk Gusur Dominasi Eropa

Redaksi Prokal • 2026-03-28 11:10:00

Foto drone sirkuit segala medan (all-terrain circuit) di kota Zhengzhou, Tiongkok, Rabu (14/1/2026). (Hendra Eka/JawaPos.com)
Foto drone sirkuit segala medan (all-terrain circuit) di kota Zhengzhou, Tiongkok, Rabu (14/1/2026). (Hendra Eka/JawaPos.com)

ZHENGZHOU- Peta persaingan Formula 1 (F1) berpotensi mengalami pergeseran besar. Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, dikabarkan tengah serius menjajaki peluang untuk terjun ke ajang balap mobil paling bergengsi di dunia tersebut. Sinyal ini semakin kuat setelah Wakil Presiden BYD, Stella Li, tertangkap kamera menghadiri sejumlah seri balapan dalam beberapa bulan terakhir.

Ketertarikan BYD bukan sekadar hobi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat citra merek mereka di panggung global. Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah BYD akan membangun tim ke-12 dari nol atau memilih jalur akuisisi yang lebih instan?

Investasi Fantastis di "Klub Elit"

Masuk ke dalam grid F1 bukanlah perkara murah. Standar finansial yang ditetapkan FIA semakin mencekik bagi pendatang baru. Sebagai gambaran, tim Cadillac yang menjadi anggota terbaru harus merogoh kocek hingga USD 450 juta (sekitar Rp 7,6 triliun) hanya untuk biaya anti-dilusi kepada tim-tim yang sudah ada.

Jika BYD memilih membangun tim sendiri, total dana yang harus disiapkan ditaksir mencapai USD 1 miliar atau setara Rp 16,9 triliun. Angka ini baru mencakup infrastruktur awal, belum termasuk biaya operasional tahunan yang sangat fluktuatif.

Melihat tingginya hambatan masuk, pengamat motorsport menilai BYD kemungkinan besar akan mengambil jalur yang lebih efisien. Model kemitraan teknis seperti yang dilakukan Toyota dengan Haas, atau skema title sponsorship layaknya Alfa Romeo bersama Sauber, menjadi opsi yang paling masuk akal.

“Pendekatan sponsorship memungkinkan perusahaan mendapatkan eksposur global tanpa harus menanggung beban penuh membangun tim dari nol,” lapor Motorsport, Sabtu (28/3). Meski terlihat lebih sederhana, biaya "tiket masuk" sebagai sponsor utama tim papan tengah tetap menuntut dana segar lebih dari USD 50 juta (Rp 849 miliar) per musim. (*)

Tim Pembalap 1 Pembalap 2
Mercedes George Russell Kimi Antonelli
Ferrari Charles Leclerc Lewis Hamilton
McLaren Lando Norris Oscar Piastri
Red Bull Racing Max Verstappen Isack Hadjar
Aston Martin Fernando Alonso Lance Stroll
Alpine Pierre Gasly Franco Colapinto
Williams Carlos Sainz Alexander Albon
Racing Bulls Liam Lawson Arvid Lindblad
Haas F1 Team Esteban Ocon Oliver Bearman
Audi Nico Hulkenberg Gabriel Bortoleto
Cadillac Sergio Perez Valtteri Bottas
Editor : Indra Zakaria