Hadir di tengah-tengah masyarakat adalah kewajiban TNI AD. Sekaligus memberi solusi atas segala kesulitan demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera.
DESA Panca Jaya, Kecamatan Muara Kaman, benar-benar menjadi ladang ujian untuk warga asal Jawa yang bertransmigrasi ke sana, pada 1982 atau 40 tahun silam. Melanjutkan hidup di tempat baru itu sebagai petani, mereka dihadapkan dengan sederet kendala.
Mesin Pemanen yang Digunakan Petani dan Anggota TNI AD untuk Merontokkan Padi yang Telah Panen. (Elmo/Prokal.co)
Saat membuka lahan untuk bertani, mereka kesulitan dengan sistem irigasi yang tidak lancar. Belum lagi akses jalannya rusak dan berliku. Mereka kesulitan mengangkut hasil Bumi. Belum lagi jarak desa dengan Tenggarong sebagai ibu kota kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) begitu jauh, 48 km. Aktivitas menjual hasil tani kian berat saja terasa.
Namun, kini permasalahan itu satu per satu teratasi. Itu berkat kehadiran TNI AD dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-114. Bersinergi dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0906/KKR bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, TNI AD berfokus membangun sektor pertanian daerah. Itu demi mewujudkan ketahanan pangan dan Kukar sebagai lumbung pangan ibu kota negara (IKN) Nusantara.
Dandim 0906/KKR, Letkol Inf. Jeffry Satria Bersama Bupati Kukar, Edi Damansyah saat Pembukaan TMMD (26/7) Lalu. (Elmo/Prokal.co)
Pelaksanaan TMMD di Panca Jaya ini telah berlangsung selama 40 hari. Prajurit TNI telah melaksanakan pekerjaan fisik secara gotong royong bersama warga sejak pra TMMD yang dilakukan beberapa hari sebelum upacara pembukaan pada 26 Juli 2022. Pekerjaan yang dilakukan sejak pagi hingga senja datang ini terus berlanjut hingga penutupan TMMD pada 24 Agustus 2022, yang dihadiri langsung Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman.
Dari sektor fisik, Kodim 0906/KKR membuka jalan usaha tani sepanjang 9,6 kilometer, membangun 19 jembatan penghubung, penimbunan agregat di jalan sepanjang 4 kilometer, hingga penurapan sepanjang 300 meter. Kemudian membangun saluran irigasi sepanjang 1,2 kilometer, disambungkan dengan rumah pompa dari kolam bekas tambang. Ada pula bedah rumah, musala, pembangunan gapura, dan 12 tempat sampah.
Adapun kegiatan non fisik seperti sosialisasi pencegahan stunting, hukum, dan keamanan-ketertiban masyarakat (kamtibmas). Serta rekrutmen calon prajurit TNI, penyuluhan wawasan kebangsaan (wasbang), serta pelatihan kader posyandu dan PKK.
Dalam 40 hari, para prajurit mengatasi sederet masalah yang terkatung-katung selama empat dekade tersebut. Sebelas kelompok tani merasakan langsung dampak pembangunan tersebut. “Yang kami lalui dari 40 tahun yang lalu kini sudah dipermudah dan kami petani sangat terbantu. Yang biasanya susah air jadi lancar, biasanya jalanan berliku, sekarang lumayan karena ada agregat," terang Suryana selaku ketua Kelompok Tani Margasari, Panca Jaya.
Suryana adalah satu dari rombongan transmigran yang memulai hidup baru di Desa Panca Jaya, empat dekade silam. Sehingga dia merasakan benar perubahan positif setelah adanya TMMD ini.
"Alhamdulillah, setelah TMMD, petani makin subur. Semua hasil panen bisa keluar. Karena dulu kita main gotong hasil panen yang bisa sampai satu kilogram lebih. Dan jarak tempuhnya dari kebun itu bisa 300 meter. Jadi yang dulu ambil hasil panen bisa sampai tiga hari, sekarang satu hari sudah bisa di rumah," cerita Suryana yang kemudian diamini petani lainnya.
Suryana menyebutkan, produksi pertanian di Panca Jaya dapat menyentuh 3-4 ton. Dengan mayoritas hasil panen berupa padi dan sayuran kacang, timun, lombok, terong, dan jagung. Dengan sentuhan pembenahan dari TMMD, dia meyakini jumlah hasil panen akan berlipat. "Harapan kami ke depan mudahan ada TMMD lagi, supaya kita tambah makmur lagi," ucapnya seraya tertawa penuh canda.
Kesuksesan TMMD ini juga diapresiasi Kepala Desa Panca Jaya Sukiran. Dirinya paham sekali permasalahan yang dihadapi warga dan desanya. Maklum, dirinya seorang mantan prajurit TNI dan sudah bertugas menjadi bhabinsa sejak 2012 hingga kemudian mendapatkan amanah dari warga untuk menjadi kepala desa pada 2019 sampai kini.
"Ini suatu anugerah. Adanya TMMD ini sangat bermanfaat bagi warga kami. Tentunya bagi lahan-lahan yang belum tercetak dan belukar sekarang bisa menambah ekonomi kesejahteraan masyarakat. Yang selama ini warga punya sertifikat tapi belum pernah menginjak tanahnya, kini bisa dijamah karena jalur yang dibangun TNI. Harapannya juga pertanian bisa bertambah, dari yang hanya menunggu tadah hujan sekarang adanya irigasi bisa menolong manakala kemarau panjang tiba," jelas Sukiran.
Lanjutnya, dari 3.707 jiwa yang berdiam di Panca Jaya hampir sebagian besar warga bekerja sebagai petani. Perkembangan potensi daerah dalam hal sumber daya alam pun seimbang. Baik itu migas maupun pertanian, warga setempat tetap bertahan kukuh pada pertanian. Kayanya pertanian terbukti dengan besarnya lahan fungsional persawahan, yakni 467 hektare. Setelah TMMD ini pun dipastikan oleh Sukiran akan ada penambahan lahan seluas 117 hektare untuk holtikultura dan persawahan.
Ya, melepaskan ketergantungan dari sumber daya mineral dan migas menjadi alasan utama yang menginisiasi program TMMD di Panca Jaya. Letkol Infanteri Jeffry Satria selaku komandan Kodim 0906/KKR sekaligus komandan Satgas TMMD mengatakan, hal ini sejalan dengan keinginan Bupati Kukar Edi Damansyah yang ingin beralih ke sektor ekonomi kreatif dan pertanian.
"Sumber daya mineral dan migas ada batasnya. Masih banyak yang bergantung dan bekerja pada sektor itu. Jika sudah habis, pengangguran bertambah dan ekonomi menurun. Berbeda dengan ekonomi kreatif dan pertanian, kita selalu berkembang," ucap Jeffry.
Lanjut Jeffry, tugas dan fungsi TNI selain mempertahankan ketahanan negara, juga menciptakan ketahanan pangan. Melalui TMMD, upaya tersebut dikebut demi memajukan sektor pertanian di Kukar. Panca Jaya pun menjadi pilot project untuk perkembangan tersebut.
Komitmen Pemkab Kukar mendukung kesuksesan TMMD ini tidak dapat diremehkan. Rp 5,2 miliar digelontorkan demi menjadikan Kukar sebagai lumbung pangan Kaltim. Terbukti dari besarnya porsi pasokan pangan Bumi Etam dari Kukar yang saat ini mencapai 40 persen.
"Potensi ini besar, ditambah datangnya IKN, bagaimana kita bisa membuatnya produktif? Dengan sistem pertanian terpadu, sektor pertanian yang diperkuat dengan sektor lain seperti perikanan, peternakan dan hutan. Jadi konsep kita akan menghasilkan empat produk: food, feed, fertilizer, fuel, seperti rantai kehidupan. Itulah upaya kami bangkitkan sektor pertanian," imbuhnya.
Panca Jaya menjadi pilot project kebangkitan pertanian terintegrasi di Kukar. Seiring suksesnya TMMD, diharapkan ini dapat lanjut diimplementasikan di lima kawasan pertanian strategis di Kukar. Yakni Kecamatan Tenggarong Seberang, Loa Kulu, Marangkayu, Sebulu, dan Muara Kaman.
Sejalan dengan program Pemkab Kukar dalam pembangunan pertanian berbasis kawasan. Bupati Kukar Edi Damansyah pastikan hasil sinergisitas dengan TNI tidak akan berhenti di TMMD saja. Demi mewujudkan Kukar sebagai lumbung pangan, kolaborasi ini akan terus berlanjut hingga Karya Bhakti TNI yang dilaksanakan pada tahun ini.
"Melalui APBD-P 2022, tahun ini bersama Kodim 0906/KKR kami akan meneruskannya melalui karya bhakti. Dan untuk mewujudkan lumbung pangan ini sudah kita mulai di Panca Jaya. Akan kita teruskan untuk pengembangan R3, jadi setahun bisa tiga kali tanam," pungkas Edi.
Terpilihnya Panca Jaya sebagai desa lokasi TMMD adalah yang kedua kalinya bagi Kukar sepanjang pelaksanaan program bhakti TNI ini dalam 40 tahun terakhir. Dengan tema TMMD Dedikasi Terbaik untuk Membangun NKRI, program ini diharapkan bisa mempercepat pembangunan di daerah pedesaan yang tergolong tertinggal dan terisolasi.
Kehadiran TMMD selalu memberi dampak yang baik dan berkepanjangan bagi rakyat Indonesia selama empat dekade terakhir. Apapun status yang dimiliki desa tersebut, TNI AD tanpa pamrih selalu hadir membantu pembangunan desa tersebut. (moe)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan