BALIKPAPAN-Mulai awal tahun depan, proses pembangunan di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dipastikan bakal kian masif. Bahkan, pada puncaknya nanti, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan memprediksi, akan ada peningkatan 30 persen jumlah kapal yang melintas di kawasan Teluk Balikpapan.
Seiring dengan masifnya pembangunan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan juga menyiapkan pelabuhan dengan skema pemanfaatan garis pantai untuk mendukung kelancaran distribusi logistik pembangunan IKN Nusantara.
“Sejauh ini ada enam pelabuhan yang sudah mengantongi izin operasi, tujuh pelabuhan lainnya sedang berproses (izinnya),” kata Kepala KSOP Kelas I Balikpapan, M Takwim Masuku didampingi Kabid Lalu Lintas Laut, Wim Hutajulu di Kantor KSOP Kelas I Balikpapan, Selasa (8/11) sore.
Enam pelabuhan yang sudah mengantongi izin dan dapat beroperasi adalah PT Duta Mega Perkasa, PT Balikpapan Ready Mix, PT Tepian Sekapung Nusantara, PT Tepian Benuo Paser (Punggur), CV Mandiri Multi Material dan bentang panjang Pulau Balang.
Lokasi pelabuhan tersebut, kata dia, sudah disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan IKN. Mulai KIPP, jalan tol hingga jembatan tol menuju IKN. “Jadi lokasi pelabuhan ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan yang direncanakan oleh Kementerian PUPR,” jelas Takwim.
Untuk tujuh pelabuhan yang izinnya masih berproses, ditargetkan izinnya bisa tuntas sebelum Januari tahun depan. Mengingat, Januari nanti distribusi logistik ke IKN Nusantara diroyeksikan bakal kian massif.
Kendati membuka selebar-lebarnya pemanfaatan garis pantai untuk keperluan labuh distribusi logistik evaluasi tetap akan dilakukan setiap tahun. “Jika dalam perjalananya memang tidak dibutuhkan maka akan kami tutup,” imbuh Takwim.
Selain 13 pelabuhan tersebut, Takwim mengaku ada satu terminal khusus dan empat badan usaha pelabuhan (BUP) yang juga disiapkan untuk menjamin kelancaran distribusi logistik pembangunan IKN Nusantara. Ke empat BUP yang disiapkan menunjang distribubsi logistik adalah Pelabuhan Semayang, Pelabuhan KKT dan PT Lestari Samudra Sakti yang lokasinya di Balikpapan dan Pelabuhan PT Penajam Banua Taka di PPU.
Di samping menyiapkan pelabuhan, KSOP Kelas I Balikpapan, diteruskan Takwim juga menyiapkan keamanan dan kelancaran bagi kapal pengangkut logistik yang melintas di Teluk Balikpapan. Apalagi, estimasi selama masa kontruksi akan ada peningkatan antara 300-350 kapal yang melintas di Teluk Balikpapan, dari yang saat ini melintas sekitar 1.200 kapal setiap bulan.
“Tentunya ini akan meningkatkan kepadatan sehingga potensi kecelakaan juga semakin tinggi. Nanti akan ada pendataan alur dan penambahan lokasi labuh sebagai antisipasi,” ujar Takwim.
Untuk saat ini, lalu lintas kapal pengangkut logistik untuk pembangunan IKN Nusantara memang belum begitu banyak. Dalam sebulan, baru ada 3-4 buah kapal tongkang maupun LCT dengan volume rata-rata 2.500 metrik ton yang membawa material pembangunan IKN Nusantara. (hul)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan