BALIKPAPAN-Nasib malang menimpa S (72). Warga Jalan Siaga Dalam, Balikpapan Kota ini diduga jadi korban hipnotis pada Jum'at (17/2) lalu. Akibatnya, uang Rp 40 juta lebih di tabungannya raib.
Akbar Barokah, anak korban, mengatakan, meski jadi korban hipnotis sejak pekan lalu, sang ayah baru sadar uang di tabunganya raib pada Senin (20/2) pagi. Tepatnya saat sang ayah ingin menarik uang tunai di salah satu bank BUMN.
"Ayah saya ini memang tidak bisa menggunakan ATM. Makanya setiap mau mengambil uang pasti pergi ke teller," kata Akbar lewat sambungan telpon, Selasa (21/2) siang.
Saat dicek oleh teller, rupanya ada transaksi pengiriman uang dengan nominal cukup besar secara bersamaan yang tercatat pada Jum'at (17/2). Totalnya mencapai Rp 42 juta-an. Lokasinya di Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 2.
"Saat dicek, di dalam rekening hanya tersisa saldo Rp 100 ribu dan tentu saja tidak bisa dilakukan penarikan," lanjut Akbar.
Mengetahui uangnya raib, S tentu saja kaget setengah mati. Apalagi dia yakin tak pernah melakukan pengiriman uang dalam jumlah sebesar itu (Rp 42 juta). Belakangan diketahui kartu debit yang ada pada S juga berbeda. Kemungkinan sudah ditukar oleh terduga pelaku hipnotis.
Setelah mendapat informasi dari pihak bank, S lantas pulang dan menyampaikan kejadian tersebut kepada Akbar. Setelah mencoba mengingat, Akbar menyebut sang ayah akhirnya bercerita sempat bertemu dengan tiga orang saat berada di Rumah Sakit Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan, Jum'at (17/2) pagi.
Hari itu (17/2) S memang menjaga sang istri yang sedang dirawat di salah satu kamar RSKD. Saat akan membeli sarapan di salah satu mini market, S mengaku bertemu dengan seorang pria dan menepuk punggung bagian belakangnya.
"Setelah itu bapak dibawa ke luar mini market dan dibawa ke dalam mobil lalu menuju mesin ATM. Selang beberapa waktu bapak kemudian dikembalikan ke depan mini market RSKD," kata Akbar.
Berbekal cerita sang bapak, Akbar lantas mencoba menelusuri rekaman CCTV di mini market dan tempat parkir RSKD. Dari rekaman CCTV tersebut, diketahui S masuk ke dalam mini market seorang diri. Lalu, saat memilih makanan untuk sarapan datang seorang pria menepuk punggung bagian belakang dan mengajak ngobrol. "Tapi bapak tidak banyak ingat apa yang dibicarakan," jelas Akbar.
Setelah itu, S berjalan ke luar dengan pria tersebut. Di depan mini market, satu pria lain sudah menunggu. Mereka lantas duduk dan sempat berbincang beberapa saat.
Rupanya satu pria lain sudah menunggu di dalam mobil berwarna abu abu gelap. Dua pria tadi lalu membawa masuk S ke dalam mobil dan meninggalkan RSKD. Tiga pria itu, kata Akbar menggunakan masker sehingga tak nampak jelas wajahnya. Begitu juga dengan nomor polisi mobil yang membawa sang bapak tak begitu nampak jelas dalam rekaman CCTV.
"Selang beberapa lama, bapak lalu diantar kembali ke depan mini market. Bapak bahkan sempat kembali membeli sarapan untuk ibu. Memang makanan yang dibeli bapak dengan pesanan ibu berbeda. Tapi ibu tidak menaruh curiga," kata Akbar.
Kasus ini disebut Akbar sudah dilaporkan ke Polresta Balikpapan. Polisi, sebut Akbar sudah mengumpulkan bukti dan keterangan dari pihak bank dan CCTV di mesin atm tempat transaksi terdeteksi pada Jum'at (17/2) lalu. (hul)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan