SANGATTA – Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah bagi masyarakat, khususnya umat muslim. Mengingat umat muslim diwajibkan berpuasa, yang bertujuan untuk menjadikannya semakin bertakwa kepada Allah SWT (Surat Al Baqarah 183).
PT Indexim Coalindo pun proaktif memupuk silaturahmi, melalui safari Ramadan ke desa-desa lingkar tambang. Kegiatan tersebut disinergikan dengan program yang digerakkan pemerintah kecamatan dan desa-desa di Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Masjid Nurud Da’wah Desa Kaliorang, menjadi yang pertama dari rangkaian safari Ramadan di Kaliorang Jumat, (31/3/2023). Bahkan 100 warga dari Desa Kaliorang dan sekitaranya tampak memadati Masjid Nurud Da’wah.
Kepala Desa (Kades) Kaliorang Nasrul Abdal Fatwa dan Camat Kaliorang Rusnomo, membuka acara buka bersama itu. Keduanya juga menekankan pentingnya silaturahmi, sebagai pondasi bagi ikhtiar pembangunan masyarakat desa.
Sedangkan Kepala KUA Kaliorang Anwar Ash’af dalam tausyiah menjelang buka bersama, mengingatkan jamaah yang hadir mengenai filosofi, sejarah dan manfaat berpuasa.
“Selain memberikan manfaat spiritual, berpuasa juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh,” demikian Anwar yang juga dilengkapi dengan sharing mengenai tips berpuasa oleh Kepala BLUD Puskesmas Kaliorang, Sumarno.
Manajer CSR PT Indexim Coalindo Ditto Santoso mengatakan, buka bersama tersebut merupakan putaran pertama dari rangkaian kegiatan Safari Ramahan yang diprogramkan pemerintah kecamatan dan desa-desa di wilayah Kaliorang. Rangkaian kegiatan akan berlangsung di tujuh desa, hingga pertengahan April mendatang.
Bahkan PT Indexim Coalindo sebagai perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah Kaliorang, berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Bahkan perusahaan itu memberikan bantuan, berupa karpet sajadah dan lemari buku bagi masjid itu.
“Program Safari Ramadan menjadi momentum positif bagi kami. Untuk memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah. Ini merupakan ikhtiar PT Indexim Coalindo untuk berinteraksi, membangun kebersamaan dengan masyarakat serta pemangku kepentingan umumnya. Mengingat perusahaan juga menjadi bagian dari ekosistem masyarakat di wilayah ini,” tutupnya. (pms/dq)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan