Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dampak Proyek RDMP, Wali Kota Balikpapan Usulkan Penambahan Kuota BBM ke Pemerintah Pusat

Redaksi Prokal • Kamis, 15 Januari 2026 - 15:30 WIB
Rahmad Mas
Rahmad Mas

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan secara resmi mengusulkan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada pemerintah pusat. Langkah ini diambil sebagai respons atas melonjaknya jumlah penduduk dan masifnya aktivitas ekonomi di "Kota Beriman," terutama setelah beroperasinya proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menekankan bahwa RDMP bukan sekadar proyek industri, melainkan pilar utama ketahanan energi nasional yang kebetulan berpusat di Balikpapan. Sebagai proyek kilang terbesar di Indonesia, RDMP telah membawa perubahan signifikan pada peta ekonomi daerah.

“Alhamdulillah, RDMP ini adalah bagian dari penanganan energi nasional. Karena ditempatkan di Balikpapan, dampak positifnya sangat besar, baik untuk bangsa maupun daerah,” ujar Rahmad Mas’ud, Rabu (14/1/2026).

Salah satu dampak yang paling dirasakan adalah penyerapan tenaga kerja dalam skala besar. Berdasarkan data dari Pertamina, keberadaan proyek ini tidak hanya memberdayakan tenaga kerja lokal, tetapi juga menghidupkan sektor UMKM yang tumbuh subur di sekitar area industri.

Namun, di sisi lain, pesatnya pertumbuhan industri ini memicu migrasi penduduk yang berujung pada meningkatnya konsumsi energi masyarakat. Wali Kota menilai bahwa ketersediaan BBM saat ini perlu dievaluasi agar tidak terjadi ketimpangan distribusi di lapangan.

“Penduduk kita terus bertambah, otomatis pemakai BBM juga bertambah. Kondisi riil ini yang kami sampaikan ke pemerintah pusat agar kuota BBM untuk Balikpapan segera ditambah,” jelasnya. Penambahan kuota ini dianggap krusial agar distribusi energi tetap stabil dan mampu menopang roda ekonomi yang sedang melaju kencang.

Selain urusan energi, Rahmad juga mengajak seluruh warga untuk menjaga kondusifitas kota. Mengingat status Balikpapan sebagai kota industri sekaligus penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), keamanan dan kenyamanan menjadi modal utama pembangunan.

“Kota Balikpapan ini milik kita bersama. Mari kita jaga dan bangun bersama. Kondusifitas kota adalah hal yang paling utama di tengah pertumbuhan yang pesat ini,” pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria