Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Balikpapan Ubah Sampah Jadi Listrik! Proyek PSEL di TPA Manggar Segera Dimulai

Redaksi Prokal • Kamis, 16 April 2026 - 08:15 WIB
Tumpukan sampah di TPA Manggar, Balikpapan bakal diolah menjadi energi listrik. (Foto dok)
Tumpukan sampah di TPA Manggar, Balikpapan bakal diolah menjadi energi listrik. (Foto dok)

 

BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan resmi memulai langkah besar dalam penanganan limbah dengan mengembangkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Manggar. Inovasi ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang yang tidak hanya mengatasi masalah penumpukan sampah, tetapi juga menghasilkan nilai tambah secara ekonomi bagi kota.

Program ambisius ini ditargetkan mampu mengolah sekitar 550 ton sampah setiap harinya menjadi energi listrik. Dengan kapasitas tersebut, Balikpapan dinilai telah memenuhi kriteria nasional untuk pengembangan teknologi energi terbarukan berbasis limbah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djaya Leksana, menjelaskan bahwa kebijakan ini terbuka bagi kota-kota dengan produksi sampah minimal 500 ton per hari. "Dengan produksi sekitar 550 ton per hari, Balikpapan sudah memenuhi syarat untuk pengembangan PSEL," ujarnya pada Rabu (15/4/2026).

Selain mengolah sampah baru yang masuk setiap hari, pemerintah juga berencana menerapkan metode landfill mining. Teknik ini memungkinkan timbunan sampah lama yang sudah ada di TPA diolah kembali menjadi energi, sehingga kapasitas lahan TPA dapat dimanfaatkan secara lebih berkelanjutan.

"Ke depan, sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi bisa dimanfaatkan sebagai energi," jelas Sudirman.

Meski menjadi kabar baik bagi lingkungan, realisasi fisik proyek ini masih harus melewati beberapa tahap krusial, mulai dari perencanaan teknis hingga survei lapangan yang mendalam. Pembangunan infrastruktur PSEL diperkirakan baru akan dimulai pada tahun mendatang.

Keunggulan lain dari proyek ini adalah potensi kolaborasi regional. Balikpapan berpeluang mendapat dukungan pasokan sampah atau kerja sama teknis dari kawasan sekitar, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN), Samboja, hingga Muara Jawa.

Kendati teknologi PSEL segera hadir, DLH tetap menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya. Pengurangan volume sampah dari rumah tangga tetap menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan lingkungan di Balikpapan.

Melalui transisi dari metode sanitary landfill yang memakan banyak lahan menuju sistem PSEL yang produktif, Balikpapan optimis dapat menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berdaya guna bagi masyarakat luas. (*)

Editor : Indra Zakaria
#balikpapan