PROKAL.CO- Pemerintah Kota Balikpapan resmi melakukan mutasi dan rotasi besar-besaran terhadap sejumlah pejabat guna memperkuat kinerja pemerintahan dan mengoptimalkan pelayanan publik. Langkah strategis ini mencakup pergeseran pada tiga posisi Pejabat Tinggi Pratama serta puluhan pejabat di level sekretaris dinas hingga kepala bidang. Mutasi ini dipandang sebagai upaya penyegaran organisasi agar lebih dinamis dan responsif terhadap tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks.
Perubahan signifikan terjadi pada posisi Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) yang kini dipercayakan kepada Arfiansyah, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris DPRD Balikpapan. Ia menggantikan Edy Gunawan yang kini mengemban amanah baru sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Sosial, Kesejahteraan, dan Pengembangan SDM. Sementara itu, pos jabatan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) kini telah memiliki pimpinan definitif setelah Adamin resmi dilantik, mengakhiri status pelaksana tugas (Plt) yang sempat diembannya.
Sektor kesehatan juga mendapatkan perhatian khusus dalam gelombang mutasi kali ini. Di lingkungan Dinas Kesehatan Kota (DKK), dr. Elisabeth Rassi kini menjabat sebagai Sekretaris DKK, didampingi dr. Erica Handritha yang dipercaya menahkodai RS Sayang Ibu sebagai Direktur. Selain itu, empat posisi Kepala Bidang di DKK juga diisi oleh wajah baru guna memperkuat sektor pelayanan, kesehatan masyarakat, sumber daya kesehatan, hingga pencegahan penyakit.
Penyegaran birokrasi ini turut menyentuh dinas-dinas teknis lainnya. Budi Mulyatno kini berpindah tugas menjadi Sekretaris DPMPTSP, sementara posisi Sekretaris Dinas Perhubungan diisi oleh Sayektiningsih. Di bidang pendidikan, Emmy Mulyani dipercaya untuk memperkuat manajemen internal sebagai Sekretaris Disdikbud Balikpapan. Perubahan juga menjangkau level kecamatan dan Sekretariat Daerah, termasuk Netty Musriani yang kini menjabat sebagai Kabag Organisasi Setda.
Pihak Pemkot Balikpapan menegaskan bahwa rotasi ini bukan sekadar pergantian personel, melainkan bagian dari strategi penguatan sinergi lintas sektor. Dengan komposisi baru ini, pemerintah kota optimistis dapat mendorong implementasi program yang lebih terintegrasi dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. "Mutasi ini adalah strategi untuk memastikan organisasi tetap dinamis dan responsif terhadap tantangan pelayanan publik," tegas salah satu pejabat di lingkungan Pemkot Balikpapan mengenai visi di balik perombakan tersebut.(*)
Editor : Indra Zakaria