Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

PDAM Balikpapan Siapkan Mitigasi Hadapi Ancaman El Nino, Produksi Air Diprediksi Turun 25 Persen

Wawan • Kamis, 7 Mei 2026 | 08:47 WIB
Direktur Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Yudhi Saharuddin (tengah). (Foto: wawan/PROKAL)
Direktur Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Yudhi Saharuddin (tengah). (Foto: wawan/PROKAL)

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Balikpapan mulai menyiapkan sejumlah langkah mitigasi menghadapi potensi dampak musim kemarau panjang dan fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026. Salah satu antisipasi dilakukan dengan mencari sumber air baku alternatif guna menjaga pasokan air bersih bagi masyarakat.
PDAM memperkirakan kapasitas produksi air bersih akan mengalami penurunan hingga 25 persen mulai Juni mendatang.

Penurunan itu dipicu berkurangnya pengambilan air di Waduk Teritip maupun Waduk Manggar akibat menurunnya debit air baku. “Kalau perkiraan cuaca dari Juni hingga Oktober, produksi kita kemungkinan hanya bisa mencapai sekitar 75 persen. Karena inflow atau pasokan air permukaan diperkirakan turun sampai 50 persen,” ujar Direktur Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Yudhi Saharuddin, Rabu (6/5).

Sebagai langkah antisipasi, Yudhi mengatakan bahwa PDAM telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk memanfaatkan sejumlah bendali atau bendung pengendali yang ada di Balikpapan sebagai sumber air baku tambahan.

Namun, pemanfaatan bendali tersebut memerlukan dukungan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile atau IPA Mini. Air hasil pengolahan nantinya akan didistribusikan menggunakan mobil tangki ke wilayah-wilayah terdampak kekurangan pasokan air bersih.

PDAM, lanjut Yudhi, mengaku telah menyiapkan armada mobil tangki lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

Sedikitnya 30 unit mobil tangki akan disiagakan untuk mendukung distribusi air selama periode kekeringan.

“Kami juga sudah menyiapkan beberapa kantong-kantong air di Kota Balikpapan yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kekurangan air baku di wilayah pelayanan,” katanya.

Selain distribusi menggunakan tangki, PDAM juga mengidentifikasi sejumlah kawasan yang diperkirakan mengalami dampak paling parah akibat penurunan distribusi air, khususnya wilayah Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat.

Di daerah tersebut, PDAM berencana menyalurkan bantuan tandon maupun drum penampungan air bagi masyarakat guna mempermudah distribusi air bersih saat suplai terganggu. “Wilayah utara dan barat kemungkinan paling terdampak karena memang selama ini daerah itu cenderung lebih rawan kekurangan air. Jadi armada tangki nantinya akan lebih banyak diarahkan ke sana,” jelasnya.

Meski demikian, PDAM masih optimistis kondisi pasokan air bersih tetap dapat dikendalikan apabila curah hujan kembali normal pada Oktober hingga Desember mendatang.

Pihaknya berharap fenomena El Nino tidak berlangsung lebih panjang hingga akhir tahun. Sebab, jika kekeringan berkepanjangan terjadi sampai Desember, dikhawatirkan stok air baku untuk awal tahun 2027 akan semakin menipis. “Alhamdulillah, meskipun diprediksi terjadi El Nino cukup kuat, Kota Balikpapan dan Kalimantan Timur secara umum masih berpotensi tetap mendapat curah hujan,” pungkasnya.

Editor : Wawan
#Pdam Balikpapan #PTMB #PTMB Balikpapan #Air bersih balikpapan