Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Antisipasi Krisis Air saat El Nino, PDAM Balikpapan Siagakan 30 Mobil Tangki

Wawan • Kamis, 7 Mei 2026 | 08:59 WIB
Direktur Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Yudhi Saharuddin.
Direktur Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Yudhi Saharuddin. (Foto: wawan/PROKAL) 

 

PROKAL.co, BALIKPAPAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Balikpapan menyiapkan langkah antisipasi menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026. 

Salah satu upaya yang dilakukan yakni menambah armada distribusi air bersih menggunakan mobil tangki hingga tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Wilayah Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat diprediksi menjadi kawasan paling terdampak apabila debit air baku mengalami penurunan signifikan selama musim kemarau.
“Mungkin yang paling berdampak nanti daerah utara dan barat, karena memang selama ini wilayah di sana cenderung lebih rawan kekurangan air. Jadi armada tangki akan lebih banyak kami arahkan ke sana,” ujar Direktur Perumda Tirta Manuntung Balikpapan, Yudhi Saharuddin, Rabu (6/5).

Untuk mendukung distribusi air bersih, PDAM menargetkan menyiapkan hingga 30 unit mobil tangki yang akan disiagakan selama masa krisis air. Jumlah tersebut meningkat drastis dibanding tahun lalu yang hanya sekitar 10 unit.“Kalau dulu hanya 10 tangki, sekarang kita target sampai 30 tangki standby,” katanya.

Meski distribusi air melalui mobil tangki disiapkan sebagai solusi darurat, PDAM mengakui terdapat konsekuensi meningkatnya biaya operasional, terutama untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM). “Yang menjadi risiko dan harus kami tanggulangi adalah biaya BBM yang kemungkinan melonjak cukup tinggi. Artinya ada tambahan biaya operasional yang harus kami siapkan,” ujar Yudhi.

Selain menyiapkan distribusi alternatif, PDAM juga tengah melakukan perbaikan jaringan pipa secara masif guna meminimalkan kebocoran saat kapasitas produksi air diturunkan hingga 25 persen.

Perbaikan dilakukan di sejumlah titik, termasuk kawasan Grand City, Kilometer 12, serta beberapa jalur distribusi lainnya yang dianggap rawan mengalami gangguan. “Malam ini juga masih dilakukan perbaikan di arah Green City. Kilometer 12 kemarin juga ada perbaikan, termasuk beberapa jalur distribusi lainnya,” ujarnya. 

Langkah tersebut dinilai penting agar tekanan dan aliran air di dalam jaringan perpipaan tetap stabil selama masa pengurangan produksi air bersih. PDAM berharap tidak terjadi kebocoran pipa saat debit produksi mulai diturunkan.

Sebab, kebocoran dapat memperparah gangguan distribusi dan membuat proses penyaluran air menjadi tidak stabil. “Kalau air di pipa sudah stabil lalu tiba-tiba ada kebocoran, itu yang berbahaya. Karena produksi lagi turun, sementara kita harus mengejar kekurangan distribusi lagi. Mudah-mudahan kondisi pipa sudah aman sehingga distribusi tetap stabil,” pungkasnya.

Editor : Wawan
#Pdam Balikpapan #PTMB #PTMB Balikpapan #Air bersih balikpapan