PROKAL.co, PENAJAM PASER UTARA — Komitmen PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat kembali menunjukkan hasil positif. Melalui program pemberdayaan masyarakat di bidang budidaya perikanan, kelompok binaan Wasiat Dewi Shinta berhasil melaksanakan panen perdana ikan nila dengan metode bioflok di Desa Girimukti, Kabupaten Penajam Paser Utara, Senin (11/5/2026).
Program budidaya ikan nila berbasis bioflok tersebut mulai dijalankan sejak awal 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketersediaan pangan bergizi berbasis masyarakat sekaligus mendorong penguatan ekonomi warga melalui usaha produktif yang berkelanjutan.
Pada panen perdana itu, kelompok berhasil menghasilkan sekitar 80 kilogram ikan nila dan seluruh hasil panen terjual kepada masyarakat sekitar. Capaian tersebut menjadi indikator awal keberhasilan program dalam memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi warga desa.
Ketua Program Wasiat Dewi Shinta, Syahriah, mengaku bersyukur atas hasil panen pertama yang dinilai memuaskan. Ia mengatakan budidaya ikan dengan metode bioflok menjadi pengalaman baru sekaligus ruang belajar bagi kelompok untuk terus berkembang.
“Alhamdulillah panen perdana ini berjalan dengan baik dan hasilnya sangat memuaskan. Budidaya ini menjadi tantangan baru bagi kami untuk terus berkembang. Kami belajar banyak, mulai dari pengelolaan kolam bioflok, pemberian pakan, hingga menjaga kualitas air,” ujarnya.
Menurut Syahriah, kelompoknya berencana memperluas kapasitas budidaya ke depan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas, terutama bagi kelompok rentan dan keluarga prasejahtera di Desa Girimukti.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, Dodi Yapsenang, menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat yang adaptif dan berdampak langsung.
“Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Kami berharap budidaya ikan nila berbasis bioflok ini dapat menjadi contoh praktik ketahanan pangan yang efektif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Metode bioflok dipilih karena dinilai lebih efisien dalam penggunaan air, dapat diterapkan di lahan terbatas, serta memiliki produktivitas budidaya yang tinggi. Selain ramah lingkungan, sistem ini juga dinilai cocok dikembangkan sebagai alternatif usaha masyarakat.
Panen perdana tersebut turut dihadiri Ketua PKK Desa Girimukti, Triesnawaty Hazairin, bersama perwakilan perusahaan dan masyarakat setempat. Kehadiran berbagai pihak itu menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kolaborasi dalam pengembangan program ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Program budidaya ikan nila bioflok ini juga menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga melalui pengembangan program sosial berkelanjutan. Selain itu, program tersebut turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin tanpa kelaparan, pertumbuhan ekonomi, dan konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab.
Keberhasilan panen perdana ini diharapkan menjadi awal pengembangan budidaya perikanan yang lebih luas di Desa Girimukti sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Editor : Wawan