PROKAL.co, BALIKPAPAN – Komisi III DPRD Kota Balikpapan mendorong pengaktifan kembali bank sampah yang tidak lagi beroperasi sebagai upaya memperkuat pengurangan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Ketua Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Yusri, mengatakan pengelolaan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat melalui berbagai program lingkungan, termasuk bank sampah, menjadi faktor penting dalam menekan timbulan sampah harian di kota ini.
Menurutnya, berbagai upaya yang telah dilakukan selama ini mulai menunjukkan hasil positif. Volume sampah harian Balikpapan yang sebelumnya berada di kisaran 600 hingga 700 ton per hari kini menurun menjadi sekitar 500 hingga 550 ton per hari.
“Penurunan ini tentu tidak terlepas dari berbagai program pengelolaan sampah yang sudah berjalan, termasuk peran bank sampah yang ada di tingkat kelurahan maupun kecamatan,” ujar Yusri usai pembahasan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Selasa (23/6/2026) di Kantor DPRD Balikpapan.
Meski demikian, Yusri mengakui masih terdapat sejumlah bank sampah yang sebelumnya aktif namun kini tidak lagi beroperasi secara maksimal. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar manfaat program pengurangan sampah tetap dirasakan masyarakat.
Untuk itu, DPRD membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan laporan apabila menemukan bank sampah yang tidak lagi aktif. Laporan tersebut nantinya akan diteruskan kepada DLH guna mencari solusi dan mengupayakan pengaktifan kembali program yang ada.
“Kalau ada bank sampah yang sudah tidak berjalan, silakan laporkan kepada kami. Nanti akan kami koordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup agar bisa dicarikan solusi dan diaktifkan kembali,” katanya.
Selain mendorong optimalisasi bank sampah, Komisi III juga mengapresiasi masyarakat yang secara sukarela terlibat dalam berbagai kegiatan pengelolaan sampah. Menurut Yusri, kepedulian warga menjadi modal penting dalam mendukung program pemerintah menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
Ia menilai inisiatif masyarakat tersebut perlu mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah agar mampu berkembang menjadi sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan memiliki nilai ekonomi.
“Masalah sampah masih menjadi tantangan bersama. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat harus terus diperkuat agar pengelolaan sampah di Balikpapan semakin baik dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor : Wawan